Menkes Terbitkan Protokol Perjalanan Dalam Negeri, Ini Isi Lengkapnya

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 10:59 WIB
Menkes Terawan terus memantau kondisi 2 WNI yang positif virus corona. Kondisi kedua orang itu pun dilaporkan cukup baik.
Terawan Agus Putranto (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menerbitkan surat edaran tentang protokol perjalanan dalam negeri selama pandemi virus Corona. Protokol ini diharapkan dapat mengurangi penyebaran virus Corona.

Protokol perjalanan dalam negeri itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandara Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Dalam surat ini dipaparkan panduan pagi petugas maupun masyarakat yang hendak melakukan perjalanan.

"Dengan menerapkan protokol ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan dampak pandemi COVID-19 dalam perjalanan dalam negeri di bandar udara dan pelabuhan, yang mana berisiko tinggi terjadi penularan COVID-19 akibat berkumpulnya sejumlah atau banyak orang dalam satu lokasi," kata Terawan dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (3/7/2020).

Terawan berharap masyarakat dapat mematuhi protokol perjalanan itu dengan disiplin dan ketat. Sehingga dapat terwujud masyarakat yang aman dan produktif.

"Dengan dilaksanakannya Protokol Pengawasan ini dengan ketat dan disiplin, kita dapat mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari penularan COVID-19," ucapnya.

Terdapat beberapa poin dalam aturan tersebut. Salah satunya setiap penumpang dan awak alat angkut harus dalam keadaan sehat. Mereka harus menyertakan keterangan hasil pemeriksaan tes PCR negatif Corona atau rapid test nonreaktif.

"Surat keterangan hasil pemeriksaan RT-PCR negative yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari atau surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test antigen/antibody nonreaktif yang berlaku paling lama 14 (empat belas) hari sejak surat keterangan diterbitkan," demikian bunyi salah satu poin dalam surat edaran itu.

Tonton video 'dr. Reisa: Politisi-Tokoh Agama Perlu Jadi Contoh di Masa Pandemi':

Selanjutnya
Halaman
1 2