Singapura Akan Gelar Latihan Pengeboman Besar-besaran
Rabu, 28 Des 2005 15:06 WIB
Jakarta -
Ribuan warga Singapura akan terjebak di tengah serangkaian aksi pengeboman dan serangan kimia. Tapi ini bukan peristiwa nyata.Situasi heboh itu merupakan gambaran latihan terbesar yang akan digelar Singapura untuk menguji kesiapan menghadapi serangan teroris.Dalam latihan itu, akan terjadi serangkaian pengeboman pura-pura yang melibatkan empat stasiun kereta bawah tanah dan di persimpangan bus.Latihan yang diberi kode Northstar V itu akan dilaksanakan pada awal Januari 2006 mendatang. Demikian disampaikan juru bicara Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/12/2005).Tidak akan ada peringatan pendahuluan sampai hari-H latihan tersebut. Namun pemberitahuan telah dipasang di stasiun-stasiun kereta bawah tanah, yang isinya mengimbau para penumpang untuk tidak cemas dengan latihan tersebut.Selama latihan, sejumlah kereta dan bus akan "diledakkan". Selain itu akan ada pula simulasi serangan kimia di salah satu stasiun kereta bawah tanah. Diperkirakan sekitar 3.400 komuter akan dievakuasi selama serangan tiruan itu.Lebih dari 2 ribu pegawai sektor publik dan organisasi non-pemerintah juga akan dilibatkan dalam latihan besar-besaran itu. "Kami berupaya menganggap itu senyata mungkin," ujar komisioner SCDF James Tan. SCDF mengoperasikan dinas kebakaran, penyelamatan dan ambulans darurat di Singapura."Terlebih dahulu kami ingin minta maaf kepada semua orang atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," imbuhnya.Sebelumnya pada akhir September lalu, Menteri Dalam Negeri Singapura Wong Kan Seng mengatakan, latihan itu akan dilakukan pada November atau Desember untuk menguji kesiapan negara tersebut akan serangan ekstremis ala bom London pada 7 Juli lalu, yang menewaskan 52 orang dan 4 pelaku bom bunuh diri. Tidak jelas mengapa rencana itu diundur hingga Januari mendatang.
(ita/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































