Pernah 'Lawan' Ahok, Gerindra Ngaku Tak Bisa Campuri Urusan Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 09:30 WIB
Ahok dalam acara PDIP di Semarang
Foto: Ahok (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta -

Nama Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam isu liar calon menteri setelah Presiden Jokowi melontarkan menyinggung soal reshuffle kabinet saat marah di depan para menteri. Partai Gerindra mengaku tak bisa mencampuri urusan menteri, sekalipun pernah berseberangan dengan Ahok.

"Meskipun kami pernah berseberangan dengan Ahok, tapi soal dia masuk bursa menteri kami nggak bisa ikut campur," kata juru bicara Gerindra, Habiburokhman, Jumat (3/7/2020).

Partai Gerindra merupakan salah satu pengusung Gubernur Anies Baswedan di Pilgub DKI 2017. Bersama PKS, Gerindra menjadi lawan utama pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat. Gerindra dan PKS pada akhirnya berjaya melawan Ahok.

Kembali ke isu liar Ahok jadi menteri, Habiburokhman menegaskan Presiden Jokowi tahu siapa saja sosok tepat mengisi Kabinet Indonesia Maju. Yang pasti Gerindra berharap Jokowi memilih sosok yang tepat andai benar melakukan reshuffle.

"Presiden tentu tahu sosok seperti apa yang dibutuhkan untuk duduk di kabinet," kata Habiburokhman.

"Kalau menteri bisa kerja bagus, tentu nama Presiden juga bagus, sebaliknya kalau menteri nggak punya prestasi tentu nama Presiden juga akan jelek," pesan Habiburokhman.

Isu reshuffle menggelinding liar setelah pernyataan keras Jokowi di hadapan para menteri pada sidang kabinet paripurna 18 Juni lalu. Usai video rapat itu diunggah ke publik, beberapa broadcast berisi list nama calon menteri bermunculan.

Di dalam nama-nama yang muncul, ada nama Ahok. Dia muncul sebagai calon Menteri BUMN. Lalu ada juga nama elite PAN Soetrisno Bachir sebagai Menteri Sosial dan Agus Harimurti Yudhoyono untuk posisi Menkop dan UKM.

Tonton video 'Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi Pertamina, Ini Kata Ahok':

(gbr/aud)