Data Penumpang KRL Disorot, KCI: Banyak Kantor di DKI Abaikan Sistem Shift Kerja

Isal Mawardi - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 07:59 WIB
Calon penumpang berjalan menuju Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (25/5/2020). PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI melaporkan volume pengguna KRL saat pembatasan operasional di hari Lebaran 2020 turun 90 persen dibanding tahun sebelumnya, hal itu merupakan imbas dari pembatasan jam operasional yaitu pada pagi hari pukul 05.00 - 08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00 - 18.00 WIB.  ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya menyoroti kepadatan penumpang di dalam KRL pada Senin (29/6/2020) dan Selasa (30/6) kemarin. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menyampaikan jumlah penumpang awal pekan ini memang lebih dari 350 ribu orang.

"Pada Selasa (30/6) kemarin tercatat volume pengguna KRL mencapai 374.893 pengguna. Sementara sehari sebelumnya pada Senin (29/6) volume pengguna KRL adalah 393.498," ujar VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba, dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Anne menyatakan kedua hari tersebut merupakan jumlah penumpang tertinggi selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "Jumlah pengguna pada dua hari tersebut adalah yang tertinggi selama masa PSBB, bahkan tertinggi sejak 21 Maret 2020 saat PSBB belum berlaku," tuturnya.

Sejumlah warga mengantre masuk ke dalam bus yang disediakan pemerintah untuk antisipasi membludaknya calon pemnumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). Pembatasan penumpang di dalam KRL maupun di area peron menyebabkan antrean panjang penumpang di stasiun tersebut. Untuk mengurainya, pemerintah menyediakan bus gratis dan PT Kereta Commuter Indonesia mengujicobakan sistem informasi mengenai antrean melalui laman utama di aplikasi KRL Acccess dan media sosialnya. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.Sejumlah warga mengantre masuk ke bus yang disediakan pemerintah untuk antisipasi membeludaknya calon penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline di Stasiun KA Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). (Aditya Pradana Putra/Antara Foto)

Ia menuturkan tingginya jumlah penumpang dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya perkantoran di Jakarta yang mulai beroperasi.

"Tingginya volume pengguna KRL ini tentu sejalan dengan semakin banyaknya sektor ekonomi, perkantoran, dan berbagai jenis usaha yang kembali buka seiring dengan berakhirnya PSBB," kata Anne.

Anne menjelaskan, pemerintah pusat sudah membuat aturan mengenai sistem kerja sif di perkantoran. Namun baru sedikit perusahaan yang menerapkan sistem kerja sif.

"Namun sampai saat ini masih sangat sedikit yang menerapkan sistem kerja tersebut sehingga antrean pengguna masih cukup panjang terutama pada pagi hari," tutur dia.

Sebelumnya, Bima Arya menyoroti adanya lonjakan jumlah penumpang kereta pada pekan ini, yang keramaiannya mendekati hari biasa sebelum masa pandemi Corona.

"Penumpang kereta hari Senin dan hari Selasa kemarin, penumpang kereta cukup banyak, bahkan mendekati kondisi normal. Bus bukan solusi, tidak mungkin ribuan bus kita siapkan setiap hari. Jadi solusinya hanya dua. Pertama adalah pengaturan shift kerja perkantoran di Jakarta. Nah, saya rasa ini belum berjalan maksimal, bahkan jangan-jangan belum berjalan," kata Bima Arya dalam konferensi pers terkait evaluasi pelaksanaan PSBB di masa transisi di Kota Bogor, Kamis (2/7).

(isa/aud)