Amankan Poso dari Sipil Bersenjata, Operasi Tinombala Diperpanjang

Mohammad Qadri - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 03:31 WIB
Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indraningsih Lalusu, yang didampingi oleh Kapolda Sulteng dan Danrem 132/Tadulako
Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indraningsih Lalusu, yang didampingi oleh Kapolda Sulteng dan Danrem 132/Tadulako (Foto: Qadri/detikcom)
Poso -

Operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah, diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan Poso dari sipil bersenjata.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Sri Indraningsih Lalusu kepada sejumlah wartawan usai menggelar rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat DPRD Sulteng, Kamis (2/7).

"Diakhir RDP tadi, telah disepakati Operasi Tinombala akan diperpanjang, yang sebelumnya juga keputusan sudah dikeluarkan oleh Mabes Polri. Kemudian juga akan membentuk Tim Terpadu untuk menyelesaikan permaslahan yang ada di Poso, akan dilakukan sentuhan pelatihan keterampilan untk masyarakat, agar tidak mudah terkontaminasi."kata Sri Indraningsih.

Sri menyebut operasi Tinombala dapat dihetikan bila Poso sudah aman dari aksi teror sipil bersenjata.

Dikesempatan yang sama, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Syafril Nursal mewanti-wanti akan bahaya sipil bersenjata di Poso. Operasi, kata Syafril, tidak dapat berhenti sebelum semua pelaku dapat diringkus.

"Teroris Poso adalah jaringan internasional, sehingga tidak bisa dihentikan apabila DPO (daftar pencarian orang) beserta jaringan atau sipil lainnya yang turut membantu aktivitas di atas gunung, belum tertangkap. Apapun adanya kesalahan yang dilakukan oleh aparat merupakan ekses dari berlangsungnya operasi satgas Tinombala" ucapnya.

Diketahui sejak Januari 2020 hingga saat ini, tercatat ada 3 kasus salah tembak yang menyebabkan korban meninggal dunia. Semuanya diduga dilakukan oleh satgas Tinombala.

(isa/isa)