Lia Eden, Warga & Polisi Bertemu dengan Walikota Jakpus
Rabu, 28 Des 2005 14:35 WIB
Jakarta - Ontran-ontran di "Kerajaan Tuhan", Jalan Mahoni 30, Senen, Jakarta Pusat, terdengar hingga ke telinga Walikota setempat, Muhayat.Karena itu pada pukul 14.00 WIB, Rabu (28/12/2005) dijadwalkan kubu Lia Aminuddin alias Lia Eden, masyarakat yang diwakili pengurus RW dan kelurahan, melakukan pertemuan di kantor Walikota Jakarta Pusat.Informasi ini disampaikan Ketua RW 8 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Keo Sutaryo, kepada wartawan di sekitar rumah Lia yang dipadati penonton. "Warga ingin tempat ini ditutup karena alirannya nggak jelas. Masak lima agama dijadikan satu?" ungkap Keo.Keo menceritakan, sebelum tahun 1997, Lia adalah tetangga yang baik. Dia bergaul dengan tetangga dan tidak tertutup. Tapi setelah naik haji pada 1997, perangainya berubah. Dia jadi tertutup dan malah mengajarkan suatu aliran kepercayaan."Warga tidak ada yang simpati pada ajarannya. Namun Lia tidak pernah memaksa warga mengikuti dia," kata Keo.Meski demikian, Lia yang bersuamikan seorang dosen ini rajin menyebarkan selebaran kepada para tetangganya tentang "firman-firman" yang diterimanya.Hingga pukul 14.30 WIB, suasana Jalan Mahoni masih ramai dipadati masyarakat sekitar. Mereka ingin sekali melihat penampilan Lia Eden. Namun belum diperoleh informasi apakah Lia atau perwakilannya menghadiri pertemuan di kantor Walikota.
(nrl/)











































