Profil Ahok yang Diisukan Jadi Menteri Ekonomi Jika Jokowi Reshuffle Kabinet

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 19:57 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Profil Ahok. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Sosok Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama memang menarik untuk diulas. Kali ini namanya masuk dalam daftar isu liar reshuffle menteri ekonomi. Isu reshuffle kabinet memang telah meramaikan perpolitikan nasional setelah ancaman perombakan kursi menteri itu disampaikan langsung oleh Presiden Jokowi.

Kini Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Seperti apa profil Ahok?

1. Lahir di Belitung


Dikutip dalam ahok.org, Ahok lahir di Manggar, Belitung pada tanggal 29 Juni 1966.

2. Pendidikan


Ahok menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan perguruan tinggi di Jakarta dengan memilih Fakultas Teknologi Mineral jurusan Teknik Geologi Universitas Trisakti.

Ahok melanjutkan S2 dengan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.

3. Karier


Di tahun 1989, Ahok pulang ke kampung halamannya di Belitung. Di sini ia mendirikan perusahaan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah.

Setelah mendapat gelar Master di Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM), Ahok diterima kerja di PT Simaxindo Primadaya di Jakarta dan menjabat sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek. Perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik.

Tahun 1992, Basuki atau Ahok mendirikan PT Murinda Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995.

4. Wakil Gubernur DKI Jakarta


Pada tahun 2012, Ahok terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

5. Gubernur DKI Jakarta


Dalam catatan detikcom, karier Ahok bisa dibilang cemerlang saat ini menduduki kursi nomor 1 di DKI Jakarta atau menjadi Gubernur pada tahun 2014. Saat itu, ia menggantikan posisi Joko Widodo (Jokowi) yang terpilih menjadi Presiden.

Menjabat sampai tahun 2017, banyak warisan yang ditinggalkan Ahok. Dari pembangunan infrastruktur tanpa utang seperti Simpang Susun Semanggi hingga pembentukan tim oranye untuk urusan bersih-bersih.

6. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero)


Setelah kalah dalam Pilkada 2017. Ahok juga pernah masuk jeruji besi penjara karena kasus dugaan penodaan agama dan divonis selama 2 tahun. Ahok selesai menjalani hukuman pada tahun 2019.

Karier Ahok kembali bersinar lantaran ia ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) hingga kini.

(lus/erd)