Presidium Penyelamat Berkarya Bakal Munaslub, Tommy-Muchdi Pr Kandidat Ketum

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 19:18 WIB
Presidium Penyelamat Berkarya
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Presidium Penyelamat Partai Berkarya mengatakan akan segera menggelar Munaslub. Munaslub dijadwalkan dilakukan pada 11 Juli 2020.

"Kami adalah presidium panitia dari pelaksanaan munaslub yang nantinya insyaallah akan dilaksanakan minggu depan tanggal 11 Juli 2020," ujar Wakil Ketua Presidium Penyelamat Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang dalam konferensi persnya yang disiarkan melalui Zoom, Kamis (2/7/2020).

Andi mengatakan munaslub dilakukan untuk melakukan evaluasi, perubahan, dan pengembangan partai. Andi menuturkan, meski permintaan evaluasi telah disampaikan, selama ini Partai Berkarya belum pernah melakukannya.

"Persiapan kami untuk menghadapi munas ini dalam rangka evaluasi lokal perubahan anggaran dasar/anggaran rumah tangga terkait dengan pengembangan partai ke depan untuk menghadapi Pemilu 2024," kata Andi.

"Selama ini internal Partai Berkarya di 2019 belum pernah melakukan evaluasi sehingga baik itu pleno, rapim, atau apa pun rapat-rapat di bawah, tertinggi dalam hal ini munas atau munaslub belum pernah dilaksanakan. Walaupun beberapa dari kami secara personal meminta kepada pimpinan tertinggi untuk melakukan, tetapi tidak dilaksanakan melalui presidium ini kami melakukan evaluasi," sambungnya.

Andi mengatakan terjadi dinamika dan pertentangan untuk melaksanakan munaslub. Namun Andi menuturkan, Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto akan hadir dalam munaslub tersebut.

"Komunikasi dengan Pak Tommy, dalam hal ini ketua umum, itu tetap kami laksanakan, bahkan dua hari dari hari ini beliau memerintahkan kepada pimpinan DPW dan DPC seluruh Indonesia untuk ikut, bahkan beliau akan hadir. Tapi terjadi dinamika tentunya ada yang pro ada yang kontra, termasuk Sekjen Priyo Budi Santoso yang menentang," pungkasnya.

Terkait bursa ketum, Andi mengatakan saat ini terdapat dua kandidat, yakni Tommy dan Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr.

"Selain Pak Tommy, ada Muchdi Pr. Saya kira hanya dua. Tentunya dua-duanya ada pendukung, pendukung status quo kondisi seperti sekarang ini tentu ke Tommy, kalau ingin perubahan tentu ke Pak Muchdi," kata Andi.

Andi mengatakan munaslub dilakukan bukan untuk membenturkan keduanya. Namun, bila Muchdi memimpin, diharapkan Tommy menjabat sebagai dewan pembina.

"Munaslub di Jakarta tanggal 11, tapi intinya ini bukan mau membenturkan dua tokoh ini. Tapi kalau toh Muchdi yang pimpin, Pak Tommy kita harap tetap jadi dewan pembina. Beliau kan pendiri di partai ini," ucap dia.

Presidium Penyelamat Partai Berkarya sempat muncul dengan menyerang pengurus DPP Partai Berkarya dan mendesak penyelenggaraan munaslub.

Desakan ini mengacu gagalnya Berkarya menembus parlemen 2019-2024. Selain itu, presidium ini menyebut DPP Berkarya tak menentu nasibnya usai gelaran pemilu. Presidium Penyelamat Partai Berkarya juga mengklaim mereka hadir karena ingin menyelamatkan partai yang dipimpin Tommy Soeharto ini.

(dwia/gbr)