Ombudsman Desak BUMN Benahi Sistem Rekrutmen Komisaris agar Tak Rangkap Jabatan

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 16:13 WIB
Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih (Yulida Medistiara/detikcom)
Anggota Ombudsman Ahmad Alamsyah Saragih (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta -

Ombudsman mendorong perbaikan terkait sistem rekrutmen jabatan komisaris di Kementerian BUMN. Hal ini terkait ditemukannya rangkap jabatan 397 komisaris di BUMN dan 167 di anak usaha.

"Kita akan dorong proses perbaikan dari sistem rekrutmen komisaris yang sedang berjalan Kementerian BUMN," kata anggota Ombudsman Alamsyah Saragih dalam diskusi bertajuk 'Menyoal Rangkap Jabatan dan Benang Kusut Pengelolaan BUMN', Kamis (2/7/2020).

Alamsyah mengatakan peraturan Menteri BUMN terkait rekrutmen tersebut ada yang harus diperbaiki dari sisi prosedur. Alamsyah menyebut Ombudsman berkepentingan menyampaikan hal ini karena berharap Kementerian BUMN independen, tak terpengaruh tekanan dalam proses rekrutmen.

"Teman-teman Kementerian BUMN ini sedang berusaha memperbaiki ini, misalnya sistem evaluasi, sistem penilaian. Nah kenapa Ombudsman berkepentingan? Kami ingin mendorong supaya teman-teman Kementerian BUMN ini bisa memperbaikinya secara independen, tidak ditekan dari kepentingan macam-macam dalam proses rekrutmen ini, supaya hasilnya juga bagus," ungkapnya.

Alamsyah menilai rangkap jabatan dapat mengganggu performa BUMN dalam hal pelayanan publik. Rangkap jabatan, lanjut dia, bisa menurunkan kepercayaan publik.

"Rangkap jabatan komisaris di BUMN dapat memperburuk tata kelola, kepercayaan publik, mengganggu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh BUMN kalau dia ada conflict of interest," ujar dia.

Selain itu, Alamsyah menerangkan ada beberapa aturan yang berpotensi menimbulkan benturan satu sama lain. Menurut Alamsyah, sudah ada aturan yang tegas melarang rangkap jabatan, dalam Pasal 17 huruf a UU 25 Tahun 2009. Pasal tersebut mengatur pelaksana pelayanan publik dilarang merangkap sebagai komisaris atau pengurus organisasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2