Bagala Dibongkar, PPIH Masih Cari Poskotis di Mina

Bagala Dibongkar, PPIH Masih Cari Poskotis di Mina

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 13:13 WIB
Madinah - Berbagai rencana persiapan pelaksanaan ibadah haji di Mina terus dimatangkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia. Termasuk salah satunya mencari tempat untuk dijadikan Pos Komando Taktis (Poskotis), karena tempat yang lama di Bagala, sudah digusur. PPIH akan menggelar rapat pematangan kembali soal penanganan Arafah-Mina (Armina) di Kantor Teknis Urusan Haji (TUH) Jeddah, Arab Saudi, Rabu (28/12/2005). Rapat akan dipimpin Ketua PPIH Nur Samad Kamba dan dihadiri Kepala Satuan Operasi Sukiman Azmi dan para kepala Daerah Kerja (Daker) dan Wakil Kadaker. Wakil Kadaker Bidang Pelayanan Kesehatan PPIH Madinah, dr Anasrul S Rahman menyatakan, setelah rapat mematangkan rencana penanganan di Armina, pihaknya juga kemungkinan akan meninjau lokasi Armina di Makkah. "Kita akan mencari lokasi yang dijadikan sebagai poskotis," kata Anasrul sesaat sebelum berangkat ke Jeddah, Rabu (28/12/2005) pukul 06.30 Waktu Arab Saudi seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad. Sebelumnya, kata Anasrul, rapat telah memutuskan untuk membuat 8 Posko Pelayanan Lapangan (Posyanlap) di sekitar Mina. Lima Posyanlap akan didirikan di sekitar jamarat (tempat melempar jumrah), sedangkan tiga lainnya akan didirikan di jalan-jalan menuju tempat pemondokan jamaah haji Indonesia. Pada puncak haji nanti, 8 Posyanlap akan disiagakan petugas selama 24 jam dengan sistem shift. Setiap posyanlap akan dikepalai oleh personel perwira menengah TNI dan Polri yang tergabung dalam petugas haji Indonesia 2006. Untuk mengkooordinir aktivitas 8 Posyanlap, nanti akan didirikan Poskotis. "Saat ini kita masih mencari tempat untuk didirikan poskotis itu. Dulu kita menyewa tempat semi permanen di Bagala, tapi sekarang sudah dibongkar," kata Anasrul. Sebenarnya, tempat di Bagala cukup strategis, karena hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat jumratul ula. Tapi, karena tempat ini sudah tidak ada, maka PPIH akan menyewa tempat lain yang akan diusahakan masih berada di dekat jamarat. Di Poskotis nanti, kata Anasrul, akan disiagakan sejumlah petugas haji, termasuk 3 dokter dan 3 perawat yang akan bekerja dalam tiga shift. "Jadi setiap 1 shift, ada 1 dokter dan 1 perawat. Tim Sansur (Sanitasi dan Surveilans) juga disiagakan di Poskotis," ujar Anasrul. Dari poskotis inilah akan dipantau apakah ada jamaah haji Indonesia yang sakit atau terjatuh saat melempar jumrah. Selain itu, kata Anasrul, tim Sansur juga akan disiagakan di setiap RS yang ada di kawasan Mina. Tim Sansur akan dibantu oleh mahasiswa yang menjadi tenaga musiman (temus) yang jago bahasa Arab untuk membantu komunikasi. "Jadi, kalau nanti ada jamaah kita yang dilarikan ke RS tersebut, petugas kita sudah langsung mengetahui dan mengurusnya," demikian Anasrul. Penyiagaan tim Sansur ini sangat penting, sebagai bentuk proaktif mengecek keberadaan jamaah yang dilarikan ke RS. Sebab, saat di Mina, mobil ambulans yang diperbolehkan beroperasi hanyalah mobil ambulans Arab Saudi. (nrl/)


Berita Terkait