Mendikbud Targetkan 10 Ribu Sekolah Penggerak dalam 5 Tahun ke Depan

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 14:46 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku jengkel karena dituding konflik kepentingan (conflict of interest) terkait bayar SPP menggunakan GoPay.
Nadiem Makarim (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menargetkan 10 ribu sekolah penggerak dalam 5 tahun ke depan. Sekolah penggerak ini diharapkan dapat tersebar hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem saat rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI, Kamis (2/7/2020). Awalnya Nadiem berbicara tentang peningkatan kualitas guru-guru di sekolah tanpa adanya pelatihan terpusat.

"Kalau kita ingin meningkatkan kualitas guru kita yang sudah ada di masing-masing sekolah, tidak mungkin ini bisa terjadi dengan pelatihan yang terpusat saja. Kita harus menciptakan sekolah-sekolah unggulan yang menjadi pusat-pusat pelatihan guru dan kepala sekolah di komunitas sekitarnya," kata Nadiem.

Setelah berbicara tentang peningkatan kualitas guru, Nadiem mengatakan menargetkan 10 ribu sekolah penggerak dalam 5 tahun ke depan. Sekolah ini diisi oleh guru-guru terbaik yang mampu mengajar secara penuh terhadap siswa.

"Makanya target kita untuk 5 tahun ke depan adalah menciptakan 10 ribu sekolah penggerak. Ke depannya ini terus membesar. Jadi di masing-masing desa, di masing-masing kelurahan, ada sekolah penggerak dengan kepala sekolah yang baik, yang menjadi pimpinan pedagogi di sekolah itu, bukan pimpinan administratif," ujar Nadiem.

"Dengan guru-guru sudah bisa mengajar sesuai tingkat kemampuan muridnya, kenal teknologi, dan nyaman dengan teknologi, dan aktif berpartisipasi bukan hanya gunakan kurikulum tapi mengembangkan kurikulum," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2