Kisah Ny Rabiah, Jamaah Haji Tanpa Gelang Identitas
Rabu, 28 Des 2005 13:10 WIB
Madinah - Ny Rabiah (73) ditemukan petugas haji saat tersesat di Masjid Nabawi, Selasa (27/12/2005). Dia mengaku jamaah haji. Karena itu, petugas itu mengantarkan ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Madinah untuk dicek identitas dan pemondokannya. Sesampai di Daker, Ny Rabiah diminta oleh petugas untuk menunjukkan gelangnya. Untuk diketahui, setiap jamaah haji Indonesia pasti akan memiliki gelang khusus jamaah haji, yang bertuliskan nama jamaah, nomor paspor, dan nomor kloter. Namun, Ny Rabiah tidak bisa menunjukkannya. Dia mengaku tidak memiliki gelang itu. Petugas masihmemperkirakan bisa jadi Ny Rabiah memang tidak memiliki gelang atau mungkin gelangnya terjatuh danhilang. Karena tidak bisa diketahui identitasnya dengan gelang, petugas juga mencoba mencari identitasnyamelalui Sistem Komputeritasi Haji Terpadu (Siskohat). Setelah dicoba dimasukkan berbagai nama Rabiah, Robiah, Rabi'ah, dan Robi'ah, identitas nama ini juga tidak ditemukan. Dengan dua pengecekan inilah diketahui bahwa ternyata Ny Rabiah bukanlah anggota jamaah haji yangdiberangkatkan secara resmi oleh pemerintah Indonesia dengan paspor haji. Bisa jadi, Ny Rabiah berangkat ke Arab Saudi dengan inisiatif sendiri dan dengan paspor hijau dan visa ziarah. Hingga Rabu (28/12/2005) dini hari, Ny masih berada di Kantor Daker Madinah. Dengan berbaju warna cokelat bermotif bunga dan berjarik, serta bersandal jepit, Ny Rabiah tampak memelas. Tapi, dia tetap tabah. Saat ditemui reporter detikcom Arifin Asydhad, Selasa (27/12/2005) malam, Ny Rabiah bercerita dirinya tiba di Madinah tiga hari lalu. Perempuan kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, dan beralamatkan di Pekanbaru ini terbang dari Pekanbaru menuju Madinah bersama anaknya. Kebetulan, anak perempuannya sudah lama bermukim di Madinah bersama suaminya. Anaknya ini menjemput Ny Rabiah untuk berangkat ke Arab Saudi dengan tujuan berhaji. "Ya saya ingin berhaji. Saya berangkat bersama anak saya," kata Ny Rabiah. Di Madinah, Ny Rabiah menginap di kontrakan rumah anaknya. Selasa (27/12/2005) kemarin, Ny Rabiah ingin beribadah di Masjid Nabawi. Lantas, dia diantar oleh anaknya itu. Anaknya berjanji akan menjemputnya setelah salat asar berjamaah selesai. "Saya diantar anak saya dan menantu. Saya ke masjid, anak saya membantu suaminya membuka kedai," kata Ny Rabiah. Setelah salat asar, Ny Rabiah tampaknya tidak bertemu lagi dengan anaknya itu hingga ditemukan petugas haji. Setelah ditanyakan di mana alamat anaknya, Ny Rabiah menggelengkan kepala. Dia juga tidak tahu nomor telepon anaknya. Karena itu, hingga saat ini, Ny Rabiah masih berada di Kantor Daker Madinah. Petugas haji di Daker Madinah akan terus membantu Ny Rabiah agar bisa bertemu keluarganya, meski kemungkinan sulit, karena alamat keluarganya di Madinah tidak terdata. Salah satu yang diharapkan, anak Ny Rabiah bisa mendatangi Kantor Daker Madinah.
(nrl/)











































