KPAI Serahkan 83 Aduan PPDB ke Kemendikbud: 4 Kasus soal Pemalsuan Domisili

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:15 WIB
Komisioner KPAI, Retno Listyarti,
Komisioner KPAI Retno Listyarti (Rahel Narda Chaterine/detikcom)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan 83 pengaduan terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). KPAI meminta Kemendikbud menindaklanjuti hal tersebut.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan aduan tersebut didapatkan KPAI sejak 27 Mei 2020 hingga 1 Juli 2020. Pengaduan berasal dari 10 provinsi di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Lampung, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, dan Bali.

"Tadi tuh pertama kita hari ini KPAI menyerahkan 83 pengaduan ya yang diterima KPAI dan yang kedua hasil pengawasan," kata Retno di Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2020).

Retno mengatakan pihaknya mendapat laporan empat kasus yang diduga melakukan pemalsuan domisili PPDB di daerah Buleleng, Pekanbaru, Medan, dan Semarang. Menurutnya, ada anak-anak yang lokasinya jauh dari sekolah tapi dapat diterima, sementara anak yang dekat dari sekolah tidak diterima PPDB.

"Di Buleleng, yang kedua di Pekanbaru, yang ketiga adalah di Medan. Oh iya, satu lagi ada Semarang. Itu adalah kasus yang diduga ada pemalsuan domisili. Jadi laporannya adalah dari orang yang rumahnya dekat banget sama sekolah tapi anaknya nggak keterima, sementara dia tahu itu orang jauh dari situ tapi kenapa dia diterima," jelas Retno.

Selanjutnya
Halaman
1 2