Kenalkan! Para Srikandi Pengadilan Indonesia Penghukum Mati Mafia Narkoba

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:33 WIB
ilustrasi hukum
Ilustrasi hukum (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Para mafia narkoba terus menyerbu Indonesia dalam jumlah ton sabu hingga jutaan butir pil ekstasi. Hal ini membuat para srikandi pengadilan di Indonesia berdiri paling depan menjatuhkan hukuman mati kepada mereka. Siapa para srikandi itu? Berikut di antaranya.

Dalam catatan detikcom, Kamis (2/7/2020), salah satu Srikandi itu adalah Iriaty Khairul Ummah. Saat ini ia Wakil Ketua PN Sekayu, Sumsel.

Iriaty, yang menjadi ketua majelis, pernah menjatuhkan hukuman mati kepada dua gembong narkoba, yaitu Rustam dan Hendra Yanial Mahdar, pada akhir 2019. Selain itu, Iriaty menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Ismail dan 15 tahun penjara Muhammad Amin.

Keempat orang di atas berkomplot menyelundupkan 137 kg sabu pada April 2019.

Sayang, hukuman mati Rustam dan Hendra dianulir Pengadilan Tinggi (PT) Palembang menjadi penjara seumur hidup.

Selain Iriaty, ada hakim Sorta Ria Neva. Saat menjadi hakim di PN Pekanbaru, Sorta selaku ketua majelis mengetok palu dengan keras. Tiga gembong narkoba kakap ia ketok dengan hukuman mati adalah Suripto alias Sukien, Harianto alias Pao-pao, dan Ramli.

Tiga orang yang dijatuhi hukuman mati mengedarkan 5 kg sabu dan 1.599 butir pil ekstasi.

Sorta juga menjatuhkan hukuman mati kepada Ibrahim dan Jamil. Keduanya merupakan penyelundup 8 ton ganja.

Dari ujung Indonesia, ada nama Apri Yanti. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh, itu menjatuhkan dua hukuman mati kepada pasangan suami istri Faisal Nur-Muzriyanti. Faisal, yang sedang menjalani hukuman 18 tahun penjara di LP Pekanbaru, mengontrol penyelundupan 20 kg sabu dari Malaysia.

Berikut daftar hukuman yang dijatuhkan PN Idi ke komplotan ini:

1. Faisal Nur dihukum mati. Faisal adalah napi dengan hukuman 18 tahun penjara dan tinggal di LP Pekanbaru. Faisal mengendalikan dan menjadi otak penyelundupan tersebut.

2. Muzriyanti dihukum mati. Muzriyanti adalah istri Faisal. Peran Muzriyanti menelepon suaminya di dalam penjara sehingga seakan-akan telepon itu normal antara istri-suami. Ternyata dalam beberapa kali percakapan, mereka membicarakan penyelundupan itu.

3. Edi Saputra dihukum penjara seumur hidup. Edi diberi kepercayaan oleh Faisal untuk merekrut tim. Edi menyiapkan Rp 53 juta/kg sabu bagi dana penyewaan kapal.

Selanjutnya
Halaman
1 2