Imbas COVID-19, Organisasi Maritim Internasional Undur Audit Konvensi

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 11:38 WIB
Ditjen Perhubungan Laut
Foto: Kemenhub
Jakarta -

Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengundurkan jadwal audit konvensi dalam kerangka IMSAS (IMO Member State Audit Scheme) mengingat kondisi dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Konvensi yang awalnya telah dijadwalkan untuk diaudit pada tahun 2022, akan bergeser ke tahun 2023.

Terkait jadwal pengunduran, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha selaku Head of Delegation (HoD) Indonesia dalam Sidang Dewan Luar Biasa ke-32 secara virtual sesi ketiga menyambut baik hal tersebut.

"Sebagai negara anggota, Indonesia akan mematuhi setiap ketentuan yang disepakati oleh IMO, termasuk perubahan jadwal audit IMSAS," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2020).


Pada pertemuan ini, IMO melaporkan tentang kemajuan yang dibuat dalam implementasi skema audit IMSAS serta proposal untuk mengelola jadwal audit dengan mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19.

Adapun audit wajib dari negara anggota di bawah IMSAS telah dimulai sejak Februari 2016 dimana 76 kegiatan audit telah dilakukan. Sementara untuk 25 negara anggota dengan jadwal audit tahun ini, hanya satu audit yang telah dilakukan di masa sebelum pandemi COVID-19, yakni Mauritius.

Kepala Sub Direktorat Angkutan Laut Luar Negeri, Yudhonur Setyaji selaku Alternate HoD Indonesia juga menyampaikan dukungannya terhadap agenda-agenda sidang.

"Rangkaian Sidang Dewan Luar Biasa ini rencananya akan diselenggarakan sekali lagi pada tanggal 13 Juli 2020 (sesi keempat), setelah sebelumnya sesi informal pertama dan kedua telah diselenggarakan pada tanggal 26 Mei dan 15 Juni 2020," ujarnya.


Selain itu, Indonesia juga menyampaikan secara resmi dokumensubmisi yang merefleksikan posisi Indonesia di Sidang DewanIMO Luar Biasa ini.

Lebih lanjut Yudho mengungkapkan terdapat 4 item agenda utama yang dibahas dalam sidang sesi informal ketiga, yakni Agenda 5 hingga Agenda 8. Agenda tersebut meliputi kemampuan terhadap fasilitas/sarana prasarana pelaksanaan virtual meeting, pertimbangan terhadap anggaran dan belanja organisasi, revisi audit IMSAS dan tambahan agenda lainnya.

Indonesia turut berbagi pandangan terkait kemampuan terhadap sarana prasarana pelaksanaan virtual meeting. Terdapat beberapa hal yang hendaknya menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan virtual meeting, di antaranya aturan dan prosedur dalam pelaksanaan virtual meeting, penentuan waktu pertemuan yang mempertimbangkan perbedaan waktu di setiap negara serta kemampuan setiap negara anggota dalam mengikuti virtual meeting tersebut.

Mengenai pertimbangan terhadap anggaran dan belanja organisasi, Indonesia mengapresiasi dan mendukung kerja keras Sekretariat IMO dalam melakukan penilaian awal terhadap anggaran yang terdampak pandemi COVID-19 hingga anggaran rutin 2020 dan pertimbangan untuk realokasi anggaran tahun 2020-2021.

"Kami juga turut mendorong Sekretariat IMO untuk melakukan penilaian lebih lanjut tentang kondisi anggaran untuk tahun 2020 dan melihat ke depan bagaimana menghadapi tantangan anggaran agar dapat dikelola secara tepat, transparan, dan fleksibel," pungkasnya.

Sebagai informasi, pandemi COVID-19 memberikan dampak global pada sektor swasta dan publik, dengan konsekuensi yang luas bagi komunitas global secara keseluruhan, termasuk negara anggota IMO, industri perkapalan dan stakeholders terkait.

(mul/mpr)