Mahasiswa Arsitektur UMN Hadirkan Produk Inovasi Hadapi COVID-19

Content Promotion - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 10:44 WIB
UMN
Handful Sanitizer/Foto: UMN
Jakarta -

Mahasiswa Program Studi Arsitektur UMN merancang desain produk sebagai solusi menghadapi pandemi COVID-19 pada Ujian Akhir Semester (UAS) Genap 2019-2020 untuk mata kuliah Digital Fabrication.

Tak hanya desain, Dosen Digital Fabrication, Rizki Tridamayanti Siregar mengatakan terdapat hasil akhir berupa prototipe (produk awal) untuk desain berskala kecil maupun maket (miniatur tiga dimensi) untuk desain berskala besar. Hal ini ia katakan pada forum daring bertema "Produk Inovasi pada Masa Pandemic COVID-19" pada Minggu (21/6).

"Kita tidak fokus pada masalah, tetapi fokus pada solusinya. Tugas ini memang tidak dibatasi mau membuat apa, itu terserah mahasiswanya. Mau dia itu product kecil, produk arsitektur, atau interior," ujar Rizki.

UMNDosen Digital Fabrication, Rizki Tridamayanti Siregar/Foto: UMN

Pada awalnya tema UAS Digital Fabrication bukanlah isu COVID-19, namun adanya pandemi COVID-19 memunculkan ide baru untuk menjawab permasalahan masyarakat menghadapi COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari. Rizki mengatakan ide ini muncul melalui karya inovatif ini. Ia berharap masyarakat juga dapat mengembangkan ide lainnya.

"Sebelumnya, (kami) berencana membuat instalasi atau paviliun yang akan dibangun di tempat umum. Namun karena ada pandemi, kami harus membelokkan sedikit tugasnya (untuk proyek akhir Digital Fabrication)," jelasnya.

Dalam pemaparan Rizki, durasi pengerjaan proyek akhir ini berkisar antara 2-3 minggu. Untuk teknik pengerjaan produk, ia menjelaskan masih menggunakan perpaduan antara metode manual (keterampilan tangan) dan digital (mesin). Adapun metode digital yang digunakan, misalnya 3D printing dan laser cutting.

Di UMN, Digital Fabrication adalah mata kuliah pilihan Program Studi Arsitektur. No-Touch menjadi salah satu inovasi karya UAS Digital Fabrication oleh mahasiswa Arsitektur UMN, Adriel Frederick terkait isu COVID-19.

Adriel membuat alat hand sanitizer tanpa harus menekan tuasnya menggunakan tangan. Sebagai alternatif, ada tuas tambahan yang dapat diinjak dengan kaki untuk mengeluarkan cairan hand sanitizer. Ini menjadi solusi mencegah penularan COVID-19 melalui medium benda yang kerap disentuh tangan.

Selain itu, ada juga Shopping Bag Holder oleh Aldo Cerena. Aldo meminimalkan kontak langsung pada kantong belanjaan yang mungkin terpapar COVID-19. Desain produk ini dibuat minimalis agar dapat dibawa ke mana saja. Adapun pegangan pada produk ini berbentuk lingkaran untuk mengurangi rasa sakit saat membawa beban belanjaan. Selain itu, Shopping Bag Holder juga dapat berfungsi untuk membuka pintu.

Selanjutnya, ada Sterilising Lamp yang dibuat oleh Naufal Rizky Pratama. Pada desain ini Naufal membuat desain untuk mensterilisasi benda yang sering dibawa ke mana saja - handphone, jam tangan, dompet, maupun kunci - dengan memanfaatkan lampu bersinar ultraviolet. Selain itu, Sterilising Lamp juga dilengkapi lampu LED putih biasa yang berfungsi sebagai perabotan (furnitur).

UMNSterilising Lamp/Foto: UMN

Ada juga karya lainnya dari Reza Meidyawan yakni The Quarantine Pods. Reza membuat kursi jaga jarak (physical distancing) di stasiun kereta api tanpa menghilangkan estetika desain. Kursi dapat dirotasikan 90 derajat sesuai kebutuhan, seperti untuk kapasitas satu ataupun dua orang - tetap dilengkapi pembatas. Selain itu, juga terdapat pelindung layar (screen shield) bening untuk pembatasan jarak antar kursi. Adapun hasil akhir dari desain ini berupa maket.

Selain itu, mahasiswa UMN lainnya Catherine membuat alat bantuan untuk orang yang harus beraktivitas di luar rumah saat pandemi COVID-19 yang dinamakan Co-Stick. Terdapat tiga alat utama dalam desain produk Co-Stick, yaitu button presser yang berguna untuk menekan tombol misalnya tombol di lift. Lalu, ada money clip untuk menjepit uang kertas dan kait untuk membuka pintu atau membawa plastik belanjaan. Ketiga alat ini pun dapat dilipat menjadi satu sehingga praktis dibawa kemana saja.

UMNCo-Stick/Foto: UMN

Mahasiswa UMN 2017 Ricky Sintiadi Tjitra membuat konsep desain untuk memudahkan orang untuk membawa dan menggunakan hand sanitizer di mana saja. Hand sanitizer diletakkan di pergelangan tangan dan ditekan untuk penggunaannya. Inspirasi konsep kerja produk ini dari penembak jaring Spiderman, pahlawan yang dijuluki manusia laba-laba dari Marvel Comics.

Terakhir, ada karya dari Stephanie Vania dengan inovasi produknya yang mampu menunjukkan waktu mencuci tangan sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sekitar 20-30 detik. Mencuci tangan adalah salah satu cara yang efektif untuk membersihkan tangan, termasuk dari paparan COVID-19.

UMNHand Timer/ Foto: UMN

Saat ingin mencuci tangan, terdapat bandul yang dilepaskan dari tingkat atas hingga bawah dengan total durasi kecepatan sekitar 20 detik. Bandul juga akan melalui 7 segmen lintasan dalam produk ini. Angka pembagian ini didasarkan atas jumlah gerakan mencuci tangan oleh WHO.

Tonton video 'Kasus Covid-19 Tembus 10 Juta, WHO: Jauh dari Kata Selesai':

(ads/ads)