Diduga Meracik Bom Ikan dan Meledak, 3 Anak di Sulteng Luka Parah di Tangan

Muhammad Qadri - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 00:22 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bangkep -

Tiga orang anak di bawah umur dilarikan ke RSUD Trikora Salakan karena terluka setelah terjadinya ledakan keras di Desa Lobuton, Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah. Ledakan diduga terjadi ketika ketiganya meracik bom ikan.

"Benar itu kejadian sore tadi sekitar pukul 17.00 WITA, sampai saat ini Tim Inafis masih melakukan lidik di lokasi kejadian di Desa Lobuton. Kami menemukan sisa-sisa korek kayu api yang kepalanya sudah dihaluskan, dan dugaan besar percikan api berawal dari hal tersebut," ungkap Kapolres Bangkep AKBP Reja Simanjuntak kepada detikcom pada Rabu (1/7/2020) sekitar pukul 23.40 WITA.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, bahwa ada upaya percobaan merakit bom ikan. Namun hal itu belum bisa dibuktikan karena Tim Inafis masih menyelidiki bahan atau cairan yang digunakan sehingga terjadi ledakan.

Diketahui bahwa korban adalah NH (16) yang duduk di kelas sembilan, sekolah menengah pertama (SMP), RF (9) dan NW (13) pelajar Sekolah Dasar. Ketiganya langsung dilarikan ke Puskesmas untuk menjalani perawatan medis.

"Ketiganya mengalami luka yang cukup serius, satu dari korban mengalami kehilangan jari. Sebelumnya masing masing korban dirawat di Puskesmas, namun dua di antaranya langsung dirujuk ke RSUD. Trikora Salakan karena lukanya cukup parah,"ucapnya.

Dari informasi yang diperoleh bahwa bom ikan itu diracik di sebuah bangunan kosong. Namun saat diracik, tiba-tiba mengeluarkan asap lalu meledak, ketika ketiga korban berhadapan dengan botol, salah satu bahan yang digunakan.

(lir/lir)