Round-Up

Eijkman Berpacu Selesaikan Vaksin Corona Rampung Tahun Depan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 23:08 WIB
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Ejikman Prof Amin Soebandrio
Amin Soebandrio (Citra Nur Hasanah/20detik)
Jakarta -

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman menjelaskan terkait perkembangan vaksin virus Corona (COVID-19) di Indonesia. LBM Eijkman menargetkan vaksin Corona akan selesai tahun depan.

Pernyataan itu dipaparkan oleh Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio yang menyatakan LBM Eijkman telah berhasil mengkloning protein spike (S) untuk virus Corona. Protein spike itu rencananya akan segera diuji coba kepada manusia.

"Dan beberapa versi gen S ini sudah berhasil dikloning kepada satu vektor yang basic dan setelah itu akan dikloning ditransfer, akan dimasukkan ke dalam galur sel mamalia. Sel mamalia itu misalnya dari Chinese hamster atau dari sel vero dari hewan-hewan. Nah, itu nanti untuk memudahkan proses pengembangan kami agar bisa cepat diterima oleh Bio Farma," kata Prof Amin dalam rapat di Komisi VII DPR, Rabu (1/7/2020).

"Kami memang sengaja menggunakan galur sel mamalia itu, antara lain misalnya dari Chinese hamster dan itu sudah di-approve oleh WHO, sehingga tidak ada masalah lagi ketika akan digunakan untuk uji klinik pada manusia," imbuhnya.

Prof Amin sendiri sudah memasang target bagi pihaknya untuk menyelesaikan vaksin virus pada Februari 2021. Namun menurutnya tidak tertutup kemungkinan vaksin virus tersebut bisa selesai lebih cepat.

"Harapan kami adalah Februari 2021 sudah bisa kami serahkan kepada industri. Walaupun kami menerima banyak permintaan agar proses ini bisa dipersingkat sampai dengan sebelum akhir 2020, kami tetap akan berusaha sekuat-kuatnya supaya ini bisa cepat selesai. Tapi ini prediksi kami akan selesai di Februari 2021," ujar Prof Amin.

Selain itu, Prof Amin juga menjelaskan terkait kendala dalam pembuatan vaksin virus Corona yang disebut protein spike ini. Menurutnya kendala keterbatasan reagen yang paling mempengaruhi pembuatan vaksin.

"Beberapa kendala barangkali yang dapat kami share, pada umumnya reagen sudah tersedia tetapi ada beberapa reagen khusus yang sudah dipesan tapi masih dalam perjalanan dalam prosesnya untuk dikirim ke Indonesia," ungkapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2