'Kerajaan Tuhan' Kirim Pesan SOS
Rabu, 28 Des 2005 12:00 WIB
Jakarta - Hingga kini konfirmasi dari pihak "Kerajaan Tuhan" pimpinan Lia Aminuddin alias Lia Eden, masih belum gol. Kelompok ini tampaknya lebih suka berkomunikasi lewat websitenya. Salah satu webnya bahkan menuliskan pesan "tanda bahaya" alias SOS.Pesan running text itu tidak terlihat mencolok. Tulisannya kecil, terletak di bagian bawah. Bunyinya adalah "Saat ini komunitas Eden sedang berada dalam ancaman serangan anarkis massa. Massa ini merasa sedang menjalankan fatwa MUI yaitu Malaikat Jibril tidak akan pernah turun lagi setelah Nabi Muhammad."Pagi tadi, situs-situs yang terkait Lia Eden masih bisa dibuka. Namun menginjak siang, cukup sulit membukanya. Dalam situsnya, Lia Eden juga mengabadikan sejumlah surat-suratnya. Misalnya saja ada yang bertajuk "Undangan Allah dan Ruhul Kudus kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono". Lalu ada juga "Surat Ruhul Kudus kepada Pengurus Masjid Meranti". Masjid Meranti adalah masjid yang berada di sekitar "Kerajaan Tuhan" di Jalan Mahoni 30, Bungur, Senen, Jakarta Pusat. Pengurus masjid ini hendak mengadakan tablig akbar tepat di depan rumah Lia Eden pada Sabtu, 31 Desember mendatang. Materi tablig akbar adalah tentang Malaikat Jibril palsu, tema yang sengaja meng-counter Lia Eden. Dan terhadap rencana ini, Lia menyebut bahwa tablig akbar itu akan memicu Tuhan untuk mencabut nyawa penyelenggaranya.Surat lainnya yang dirilis bulan Desember adalah "Surat Ruhul Kudus Kepada Metro TV" Tentang Penayangan Aliran-Aliran Sesat Dalam Unsolved Cases 2005 di Metro TV, Tanggal 10 Desember 2005. Lalu ada juga "Maklumat Ruhul Kudus Perihal Keresmian Kerajaan Tuhan" dan "Surat Ruhul Kudus kepada Para Tetangga Eden".
(nrl/)











































