Gugus Tugas Catat 55,4% Daerah di RI Masuk Zona Kuning-Hijau Corona

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 21:47 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito (dok. BNPB)
Jakarta -

Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memperbarui data pemetaan zona risiko daerah administrasi di tingkat kabupaten dan kota. Tercatat kabupaten/kota yang masih zona kuning dan hijau di Indonesia mencapai 55,4%.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19 Nasional, Prof Wiku Adisasmito, mengatakan masih terjadi dinamika zonasi risiko COVID-19. Per 28 Juni 2020, tercatat ada 284 kabupaten/kota yang masuk zona kuning dan hijau.

Pemetaan zona tersebut dideskripsikan dengan warna hijau, kuning, oranye, dan merah. Warna hijau berarti suatu wilayah administrasi yang tidak terdampak atau tidak ada kasus baru, kuning merujuk pada wilayah dengan risiko rendah, oranye untuk risiko sedang, dan merah untuk risiko tinggi.

"Pada saat ini ada 53 kabupaten-kota dengan risiko kenaikan kasus tinggi, 177 kabupaten-kota dengan risiko sedang, 185 kabupaten-kota dengan risiko rendah serta ada 99 kabupaten-kota tidak terdampak atau tidak ada kasus baru," jelas Prof. Wiku dalam keterangan yang diterima, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Dia mengatakan peta zonasi risiko COVID-19 mengalami perubahan pada waktu ke waktu. Berdasarkan data yang dihimpun Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, terjadi naik-turun jumlah zonasi risiko rendah dan tidak terdampak.

Berikut ini datanya:

- 11 Mei 2020 ada 46,70% daerah masuk zona kuning dan hijau,
- 7 Juni 2020 menurun menjadi 44,36%,
- 14 Juni 2020 meningkat menjadi 52,53%,
- 21 Juni 2020 meningkat menjadi 58,37%, dan
- 28 Juni 2020 kembali terjadi penurunan menjadi 55,44%

Selanjutnya
Halaman
1 2