Tangani 190 Pasien Corona Sendirian, Dokter Ini Kecewa Belum Terima Insentif

Moehammad Bakrie - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 18:44 WIB
dr Sugih Wibowo
Foto: dr Sugih Wibowo (Mohammad Bakrie/detikcom)
Maros -

Seorang dokter di Sulawesi Selatan (Sulsel), dr Sugih Wibowo menceritakan kesedihannya bertugas menangani pasien Corona (COVID-19). Dia dikirim dari Maros untuk menangani ratusan pasien Corona di Hotel Harper Makassar, kemudian dia tak kunjung menerima insentif yang dijanjikan Dinas Kesehatan Maros.

"Yang membuat saya kecewa itu bukan hanya soal uang harian yang dijanjikan Rp 200 ribu per hari ke saya. Tapi juga soal penugasan saya seorang diri di sini. Bayangkan, saya sendirian dokter bersama 3 perawat menangani 190 pasien," ungkap dr Sugih kepada wartawan Rabu (01/07/2020).

Di Maros, Sugih adalah dokter di sebuah puskesmas. Sugih mengaku awalnya dirinya yang mengajukan diri untuk membantu menangani pasien Corona di Makassar. Namun dia tak menyangka dirinya satu-satunya dokter di Hotel Harper Makassar.

"Kalau mau hitung-hitungan, jelas itu tidak sebanding. Tapi awalnya memang saya merasa terpanggil sebagai dokter. Jadi memang sayalah yang mengajukan diri untuk ditugaskan ke sana. Padahal inikan jelas berisiko. Saya ini harus selalu standby 24 jam, karena kan saya satu-satunya dokter. Mereka memang OTG, tapi banyak dari mereka yang stres, ada yang mau bunuh dirilah, ada yang keguguran, macam-macam. Itu semua harus ditangani oleh saya," terangnya.

Sugih mengaku memang terbiasa bekerja 24 jam dan terjun ke lokasi bencana, Namun kali ini dia merasa dikorbankan.

Dia menjelaskan di hotel lainnya, yang juga difungsikan sebagai tempat karantina pasien Corona, jumlah dokter bisa mencapai 3 orang. Sehingga tiap dokter berjaga dengan sistem shift.

"Itu yang buat saya tidak habis pikir. Padahal kan banyak dokter di Maros. Ini seolah saya dikorbankan, karena mereka bilang takut kalau ada kluster baru. Di hotel lain itu dokternya bisa sampai 3 orang dan shift-shift-an loh," sebutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2