Tiap Tahun SMP Ini Kecurian, Ternyata Ada 2 Honorer Jadi 'Orang Dalam'

Ajis Khalid - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 17:17 WIB
Empat komplotan pencuri di SMP di Gorontalo ditangkap. Dua pelaku merupakan pegawai honor di sekolah tersebut (Ajis Khalid/detikcom)
Empat anggota komplotan pencuri di SMP di Gorontalo ditangkap. Dua pelaku merupakan pegawai honorer di sekolah tersebut. (Ajis Khalid/detikcom)
Gorontalo -

Jajaran Polres Bone Bolango, Gorontalo, membongkar aksi pencurian di SMP 1 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Dua pegawai honor yang bekerja di SMP tersebut menjadi otak pelaku pencurian.

Keduanya adalah IP alias Aan (26), yang merupakan staf honorer, dan ZT alias Zul (30), yang merupakan mantan guru honor di SMP 1 Kabila. Keduanya adalah warga Kecamatan Kabila, Bone Bolango.

Kapolres Bone Bolango AKBP Suka Irawanto menjelaskan, selain kedua pelaku, pihaknya mengamankan dua orang lainnya yang turut membantu aksi pencurian dan seorang penadah barang hasil curian.

"Selain dua orang itu, ada tiga yang kami amankan, yakni YP alias Yonas, MI alis Meis, keduanya turut membantu kejahatan pencurian, dan RH, warga Kabupaten Gorontalo, sebagai penadah," kata AKBP Suka Irawanto, Rabu (1/7/2020).

Dia menyatakan pencurian di SMP 1 Kabila sudah sering terjadi. Bahkan tercatat sudah ada tiga kasus pencurian di sekolah tersebut. Terakhir terjadi pada 18 Juni lalu, 3 unit proyektor dan 1 unit alat musik keyboard milik sekolah raib.

"Kemarin sudah kami amankan semuanya dan saat ini kami sedang mengembangkan kasus ini. Diduga masih ada barang bukti lainnya yang belum ditemukan," kata Irawanto.

Pihak Polres Bone Bolango, menurut Irawanto, menduga aksi pencurian yang terjadi di SMP 1 Kabila semuanya adalah ulah pegawai honorer SMP tersebut.

"Sejak 2017 kasus pencurian di SMP sudah terjadi, bahkan setiap tahun ada pencurian di sekolah itu. Nanti sekarang bisa terungkap ternyata ada pelaku orang dalam. Setelah kami periksa kepada pelaku, mereka mengaku masalah ekonomi," lanjut Irawanto.

Aksi pencurian ini terbongkar setelah para pencuri menjual hasil curiannya melalui akun media sosial Facebook. Keempat pelaku dan satu penadah ditangkap di lokasi yang berbeda.

"Kami jerat mereka dengan Pasal 362, Pasal 363, dan Pasal 480 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," tutup Irawanto.

Pihak sekolah mengatakan kejadian pencurian setidaknya sudah terjadi 3 kali. Peristiwa tersebut sudah dilaporkan di Polsek Kabila.

"Saya menjadi kepala SMP sejak 2017, sejak Januari 2017 sudah 4 kali pencurian, habis saya dilantik sudah ada yang hilang. Satu tahun kemudian ada lagi kasus pencurian, jadi 2017, 2018, 2019 hingga 2020 ada kasus pencurian. Awal pertama kecurian adalah amplifier, kedua proyektor, ketiga laptop dan terakhir banyak yang diambil," kata Kepala SMP 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango, Sri Wirtawaty Katili, di lokasi yang sama.

Dia mengatakan kerugian sekolah atas pencurian ini lebih dari Rp 30 juta. Pihak sekolah tak mengira pegawai honorernya menjadi salah satu pelaku pencurian.

"Ini yang banyak kalau total barang yang hilang hampir Rp 36 juta. Awalnya kita tidak curiga kalau Zul itu pelakunya. Hanya usai kejadian kita laporkan ke Polesk Kabila dan Polres Bone Bolango. Kita baru ketahui barang yang dicuri sudah ada yang menjual melalui media sosial dan pihak polisi sudah mengetahui," ungkap Wirtawaty.

(jbr/jbr)