Mensos soal Isu Pergeseran Pos Menteri: Kita Nggak Mikir Reshuffle, Kerja Aja

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 16:59 WIB
Mensos Juliari Batubara (Rahel Narda/detikcom)
Mensos Juliari Batubara (Rahel Narda/detikcom)
Jakarta -

Wacana reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) kian panas. Sempat disorot Jokowi, Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara mengaku tak ambil pusing soal wacana reshuffle itu.

"Ya itu kan hak prerogatifnya presiden, ya kita tugasnya kerja saja, gitu," kata Juliari usai Rapat Kerja dengan Komisi VIII di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Di tengah wacana soal reshuffle, muncul juga isu mengenai pergeseran pos-pos menteri Jokowi yang berasal dari partai politik. Ditanya soal hal tersebut, Juliari mengatakan dirinya ingin fokus bekerja saja.

"Ya kita nggak mikirin kayak gitulah. Kita kerja saja," ujar Wakil Bendahara Umum PDIP itu.

"Kita tugasnya kerja nggak mikirin reshuffle," imbuh Juliari.

Seperti diketahui, sinyal kuat reshuffle kabinet keluar dari mulut Presiden Jokowi. Pernyataan reshuffle kabinet terlontar saat Presiden Jokowi memimpin sidang kabinet paripurna. Jokowi menyayangkan para pembantunya kurang sense of crisis. Jokowi menuntut para pembantunya bekerja extraordinary di tengah pandemi COVID-19.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Udah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat perppu yang lebih penting lagi. Kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini tidak, Bapak-Ibu tidak merasakan itu sudah," tegas Jokowi di hadapan para menterinya saat memimpin sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020.

Salah satu arahan Jokowi kepada menterinya saat itu juga termasuk mengenai bantuan sosial (bansos) yang penyalurannya belum 100%. Penyaluran bansos salah satunya berada di kewenangan Kemensos.

"Bansos yang ditunggu masyarakat segera keluarkan, kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan, meskipun sudah lumayan tapi baru lumayan, ini extraordinary harusnya 100%," tegas Jokowi.

Pakar kebijakan publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Wahyudi Kumorotomo memprediksi sejumlah menteri yang kemungkinan di-reshuffle. Mensos Juliari Batubara masuk prediksi itu.

"Saya lihat memang ada beberapa (menteri) yang perlu di-reshuffle. Mungkin seperti Menkes, Mensos, Mendikbud, Menkop dan UMKM, hingga Menaker," ucap Prof Wahyudi, Senin (29/6).

(rfs/elz)