Para Pedagang Berlomba Yakinkan Jualannya Bebas Formalin
Rabu, 28 Des 2005 11:17 WIB
Jakarta - Isu formalin menohok para pedagang makanan, terutama yang berjualan tahu, mie, dan ikan asin. Mereka beramai-ramai meyakinkan konsumennya bahwa barang dagangannya bebas formalin."Tahu di tempat saya bebas formalin. Kalau nggak buru-buru dimasak, besok juga sudah basi," kata seorang penjual tahu dan tempe langganan Ny Pratama, warga Pondok Gede, Bekasi, Rabu (28/12/2005). Setiap pagi, Ny Pratama membeli tahu-tempe Rp 2.000 pada pedagang itu.Pasangan suami istri Anti-Anto, warga Pondok Cabe, Tangerang, bahkan sempat berantem mendebatkan tahu, lauk pelengkap ketupat sayur, yang mereka buat sarapan bersih dari formalin. Sang suami masih yakin tahu itu tidak sehat. Tapi sang istri meyakinkannya bahwa tahu itu oke-oke saja.Mendengar kisruh itu, sang pedagang berusaha menengahi. "Tahu saya nggak ada formalinnya," tegasnya meyakinkan.Pedagang ketupat sayur itu, meskipun bukan orang sekolahan, namun cukup paham apa yang dimaksud formalin. "Formalin kan buat mengawetkan mayat to? Dulu sih banyak yang pakai, tapi sekarang nggak," katanya masih berusaha meyakinkan.Isu formalin memang meresahkan banyak kalangan. Mulai konsumen hingga penjual eceran. Bahkan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman pun resah. Kelompok ini menyarankan pemerintah mengatur tata niaga formalin lebih dulu sebelum mengimbau masyarakat menjauhi sejumlah produk yang mencurigakan. Pasalnya, imbauan itu akan menghantam para pengusaha kelas menengah-bawah. Mereka yang tidak menggunakan formalin juga akan jadi korban dijauhi konsumen.
(nrl/)











































