Undang Rhoma Irama Nyanyi di Bogor, Keluarga Surya Atmadja Minta Maaf

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 15:13 WIB
anak asuh pertama Surya Atmadja, Hadi Pranoto
Anak asuh pertama Surya Atmadja, Hadi Pranoto (Sachril Agustin/detikcom)
Bogor -

SuryaAtmadja

bicara mengenai keputusannya mengundang pedangdut Rhoma Irama untuk menyanyikan beberapa lagu di acara khitan anaknya Pamijahan, Kabupaten Bogor. Keluarga Surya Atmadja meminta maaf.

"Namun dari apa yang ada semuanya, yang sudah berjalan, kami dari keluarga, saya sebagai anak yang paling tua ingin menyampaikan kepada teman media dan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bogor pada khususnya, ingin menyampaikan minta maaf atas pelaksanaan (acara pada Minggu, 28/6) ini. Bila (ada) sesuatu hal kurang berkenan di hati saudaraku sekalian di wilayah Bogor dan tidak menenangkan saudaraku di pusat dan seluruh Indonesia pada umumnya," kata anak asuh pertama Surya Atmadja, Hadi Pranoto, di rumah makan Pondok Lesehan Pondok Kuring, Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020).

Hadi menjelaskan acara yang digelar Minggu lalu itu ialah tasyakuran. Dia mengungkapkan Rhoma Irama dan ayahnya, yakni Surya Atmadja, adalah sahabat.

"Rhoma Irama dan abah (Surya Atmadja) adalah sahabat yang tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Karena abah dan Rhoma Irama besar bersama-sama dan Soneta (Group) pun didirikan oleh abah. Beliau (Surya Atmadja) pendiri Soneta (dan) sebagai pencipta lagu juga," ungkapnya.

Hadi mengatakan acara yang digelar di Pamijahan itu berlangsung sederhana. Acara khitan adiknya ini berlangsung selama 5 hari.

Meski sempat khawatir bila ada masyarakat yang tertular COVID-19, Hadi mengungkapkan semua masyarakat terhibur dalam acara khitanan adiknya ini. Dia pun mengatakan belum ada warga yang tertular COVID-19 dari acara yang digelar ayahnya.

"Kalau izin secara resmi kami memang belum dapat. Tapi dalam konteks aturan UU (undang-undang), kalau kepolisian sudah mencabut larangan untuk kita berkumpul, berarti kita sudah diperbolehkan untuk berkumpul. Karena ini kan sifatnya bukan pesta. Tapi tasyakuran, silaturahim, dengan sahabat-sahabat lama," kata dia.

Raja Dangdut Rhoma Irama dan Soneta group beraksi meriahkan kampanye akbar di lapangan terbuka Poncol Sawangan  Depok , Jawa Barat, Kamis (28/3/2019) . Kampanye akbar Partai Amanat Nasional (PAN) yang bertema Doa dan Dendang Kemenangan tersebut mengajak simpatisan dan kader PAN untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi pada 17 April mendatang.  ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/foc.    *** Local Caption ***Raja Dangdut Rhoma Irama dan Soneta Group beraksi meriahkan kampanye akbar di lapangan terbuka Poncol, Sawangan, Depok , Jawa Barat, Kamis (28/3/2019). Kampanye akbar Partai Amanat Nasional (PAN) yang bertema 'Doa dan Dendang Kemenangan' tersebut mengajak simpatisan dan kader PAN memenangkan pasangan Prabowo-Sandi pada 17 April 2019. ANTARA FOTO/ Kahfie Kamaru/foc. *** Local Caption *** Foto: ANTARA FOTO/ Kahfie

Rhoma Irama turut memberikan pernyataan terkait aksi panggungnya di Bogor. Menurutnya, ia datang hanya sebagai tamu undangan sebuah acara khitanan saja.

Undangan itu sampai kepadanya bukan sebagai penampil konser bersama Grup Soneta. Ia menegaskan datang seorang diri.

"Saya datang sore hari, tapi tiba-tiba kenapa saya yang jadi sasaran. Saya yang mempertanggungjawabkan ini. Ini saya rasa nggak fair ya. Saya harap juga bupati bercanda saja. Sebab, kalau memang serius, yang bertanggung jawab adalah yang menyelenggarakan pergelaran. Yang mengadakan acara itu," kata Rhoma.

Tonton video 'Berdendang di Khitanan, Rhoma Irama Akan Diperiksa Polisi'

(isa/isa)