Eijkman: Corona di RI Turunan dari Virus di Wuhan, tapi Butuh Vaksin Spesifik

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 14:31 WIB
Direktur Lembaga Biologi Molekuler Ejikman Prof Amin Soebandrio
Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio (Citra Nur Hasanah/20detik)
Jakarta -

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman telah mengirimkan 10 whole genome sequence (WGS) untuk melihat karakter virus Corona (COVID-19). Dari 10 WGS yang dikirimkan, diketahui bahwa tipe Corona di Indonesia masih berhubungan dengan virus dari Wuhan, China.

"Kami bisa melaporkan bahwa di peta Indonesia itu kita bisa melihat bahwa virus yang diisolasi di Indonesia itu jelas masih ada keturunan dari Wuhan, dari hasilnya, tetapi ketika virus-virus itu ke Indonesia itu tidak langsung datang ke Indonesia, tetapi terbawa dulu, ada yang ke Amerika dulu, ada yang ke Eropa dulu," kata Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio dalam rapat di Komisi VII DPR, Rabu (1/7/2020).

Prof Amin menjelaskan tipe virus Corona di Indonesia tidak sama dengan yang ada di negara lain. Karena itulah, menurutnya, perlu vaksin Corona yang spesifik di Indonesia.

"Dan dari gambaran ini kita bisa melihat bahwa distribusi ini di Asia saja sudah banyak berbedanya. Jadi ini memperkuat bahwa virus di Indonesia ini memang tidak 100 persen sama dengan virus di negara lain, sehingga kita harus membuat vaksin yang spesifik untuk Indonesia," ujar Prof Amin.

LBM Eijkman juga tengah mengembangkan vaksin virus Corona atau yang dinamakan vaksin 'merah putih'. Vaksin itu diprediksi selesai pada Februari 2021.

"Harapan kami adalah Februari 2021 sudah bisa kami serahkan kepada industri. Walaupun kami menerima banyak permintaan agar proses ini bisa dipersingkat sampai dengan sebelum akhir 2020, kami tetap akan berusaha sekuat-kuatnya supaya ini bisa cepat selesai. Tapi ini prediksi kami akan selesai di Februari 2021," ujarnya.

(azr/elz)