Rampok Bank untuk Danai Teroris?

Rampok Bank untuk Danai Teroris?

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 10:48 WIB
Jakarta - Penghujung akhir tahun 2005 diwarnai maraknya kasus perampokan bank maupun nasabah bank. Sedikitnya dalam sepekan terakhir ini, ada tiga kasus perampokan bank terjadi di Jakarta dan Banten.Di depan Bank Mandiri cabang Tebet, Jakarta Selatan, perampok nyaris menggondol uang sebesar Rp 75 juta pada Kamis 22 Desember. Perampok gagal membawa uang milik seorang nasabah bank itu setelah kepergok satpam yang akhirnya menjadi korban penembakan hingga tewas.Tak selang lama perampokan terjadi di Bank BNI cabang Plumpang, Jakarta Utara. Uang sebesar Rp 130 juta raib pada Senin 26 Desember. Masih pada hari yang sama, aksi perampokan menimpa nasabah Bank Buana cabang Tangerang, Banten. Perampok menggondol uang sebesar Rp 60 juta.Sampai hari ini, Rabu (28/12/2005), pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus perampokan yang mengincar uang cash ini. Belum ada satupun perampok yang berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian. Tak ada jejak yang kuat untuk dijadikan petunjuk. Hanya, kotak uang hasil rampokan di BNI Plumpang ditemukan di wilayah Bogor. Tapi, ke mana larinya perampok, belum diketahui.Alhasil, polisi menerka-nerka siapa para pelaku perampokan ini. Bebagai kemungkinan pelaku perampokan dianalisis. Dari dugaan jaringan perampok spesial bank yang beroperasi kembali, sampai dugaan pelakunya para teroris yang selama ini memperbolehkan aksi perampokan untuk mendanai kegiatan mereka.Terkaan bukannya tanpa alasan. Pasalnya ledakan bom Bali I, dananya berasal dari perampokan toko emas di Serang, Banten. Lalu bom Kedubes Australia di Jakarta, dananya berasal dari perampokan sebuah bank di Banten.Kemungkinan perampok dari kelompok teroris ini awalnya diungkapkan Wakadivhumas Mabes Polri Kombes Pol Anton Bachrul Alam. Mabes Polri, kata Anton, sangat serius menangani berbagai aksi perampokan yang belakangan ini marak kembali."Memang ada indikasi, uang perampokan untuk mendanai aksi terorisme. Tapi kita belum bisa menyimpulkan karena masih terus mengadakan penyelidikan terhadap semua kasus perampokan tersebut, " kata Anton.Pernyataan senada juga diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana. Menurut Untung, kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, termasuk adanya indikasi perampokan dilakukan kelompok teroris untuk mendanai aksi mereka.Saat ini pendanaan kelompok teroris diduga semakin sulit karena ruang geraknya terus dibatasi. Jika sebelumnya kelompok teroris mempunyai dana besar, sehingga berhasil membeli mobil untuk melakukan operasinya, belakangan sudah bergeser menjadi bom bunuh diri.Bahkan, pascatewasnya gembong teroris Dr Azahari Husin, ruang gerak teroris semakin sempit. Namun, kepolisian masih mewaspadai aksi-aksi mereka sepanjang gembong teroris lainnya, yakni Noordin M Top, belum tertangkap. (jon/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads