Jamaah ONH Plus Mulai Berdatangan, 398 Gagal Berangkat

Jamaah ONH Plus Mulai Berdatangan, 398 Gagal Berangkat

- detikNews
Rabu, 28 Des 2005 10:07 WIB
Madinah - Tampaknya 398 calon jamaah haji yang akan berangkat menunaikan ibadah haji dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Khusus alias ONH Plus sedang diuji. Mereka dipastikan batal diberangkatkan ke Arab Saudi, karena masalah barcode belum diselesaikan oleh lima penyelenggara BPIH Khusus ini. Kepastian ini disampaikan Pelaksana Penanganan KBIH dan BPIH Khusus PPIH Daerah Kerja (Daker) Madinah, H.In'am, SE di Kantor Daker Madinah, Jl. Mathar, Madinah, Selasa (27/12/2005) malam Waktu Arab Saudi (WAS). "398 Jamaah gagal berangkat, karena penyelenggara tidak bisa menyelesaikan barcode," kata In'am seperti dilaporkan reporter detikcom di Madinah, Arifin Asydhad. Barcode merupakan dokumen penyelesaian tentang fasilitas penginapan/hotel yang menjadi tanggung jawab penyelenggara BPIH khusus. Tanpa ada barcode, epartemen Agama (Depag) tidak bisa mengurus visa para jamaah haji yang mendaftarkan diri ke penyelenggara BPIH khusus ini. Setelah ditunggu hingga Selasa (27/12/2005), sejumlah penyelenggara BPIH khusus ini tetap tidak bisa menyelesaikannya. Ada lima penyelenggara BPIH Khusus yang tidak bisa menyelesaikan barcode, sehingga menyebabkan 398 jamaah haji batal berangkat. Lima penyelenggara BPIH Khusus itu adalah PT. Bina Paksi dengan jumlah jamaah 27 orang, PT Ziar Nidaul Haromain (konsorsium Nurul Haromain) sebanyak 70 orang, PT. Wisata Idaman (konsorsium PT. Bali Agung dan PT Aurora Arzam) sebanyak 243 jamaah, PT. Annatama Purna sebanyak 46 jamaah, dan PT. Pesona Muda Prima sebanyak 12 jamaah. Sementara itu, para jamaah haji BPIH Plus mulai berdatangan ke Kota Suci Madinah. Rute perjalanan jamaah Haji BPIH khusus tergantung dengan kebijakanpihak penyelenggara, apakah melakukan umroh di Makkah terlebih dahulu baru ke Madinah atau melakukan ibadah arba'in di Masjid Nabawi, Madinah terlebih dulu, setelah itu baru berangkat umrah ke Makkah. Hingga Selasa (27/12/2005), sudah banyak jamaah haji BPIH Khusus yang datang. Sangat mudah dijumpai para jamaah haji dari Patuna, Ramada, Talbia, danlain-lain. Data dari Depag, seharusnya ada 243 penyelenggara BPIH Khusus yang mengikuti penyelenggaraan ibadah haji dengan total jumlah jamaahBPIH khusus 16.000 orang. Namun, karena masalah barcode, kuota jumlah jamaah tentu jadi berkurang. Sementara informasi dari Jakarta, hingga Selasa (27/12/2005), Depag telah menerima 10 barcode jamaah haji dan akan memproses visa untuk mereka. Kesepuluh jamaah haji BPIH khusus ini berasal dari PT Pesona Muda Prima. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads