Ini Analisis BMKG soal Gempa M 5,2 yang Guncang Boven Digoel

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 10:17 WIB
ilustrasi kantor bmkg
Ilustrasi BMKG (Farih Maulana/detikcom)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa magnitudo 5,2 di wilayah Boven Digoel menjadi 5,1. BMKG menyatakan jenis gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diakibatkan sesar lokal.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan oblique naik (oblique-thrust fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020).

Sebelumnya, gempa di wilayah Boven Digoel ini terjadi pukul 08.06 WIB, berpusat di darat dengan jarak 59 km arah timur laut Kota Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Titik koordinat gempa terjadi di 5,46 lintang selatan dan 140.80 bujur timur. Gempa berkedalaman 10 km.

Getaran gempa dirasakan hingga daerah Oksibil dengan skala MMI III, yang berarti dirasakan nyata di dalam rumah. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap ancaman bencana alam. Dengan terus memantau informasi resmi dari BMKG.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Rahmat.

Tonton juga video 'Jokowi: Prediksi BMKG, 30% Wilayah Akan Alami Kemarau Lebih Kering':

(eva/hri)