Walkot Pasrah Balikpapan Dijadikan Zona Hitam, Fase Relaksasi Tetap Jalan

Suriyatman - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 01:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kasus terkonfirmasi virus Corona (COVID-19) di Kota Balikpapan terus bertambah. Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengaku pasrah jika Balikpapan masuk dalam zona hitam atau daerah yang sangat harus waspada penyebaran virus COVID-19.

"Ya ini harus diterima supaya mengingatkan kepada kita. Apapun rumusnya ya baik saja supaya mengingatkan kepada masyarakat kita gitu," kata Rizal di kantor Walikota Balikpapan, Selasa (30/6/2020) sore.

"Ini supaya kita lebih waspada," tegasnya.

Rizal yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengaku masa relaksasi akan segera ditetapkan. Sehingga menurutnya relaksasi tetap dilakuan dan protocol kesehatan diawasi.

"Memasuki masa relaksasi yang akan ditetapkan pemerintah kota Balikpapan pada tanggal 3 atau 4 Juli mendatang zona hitam atau zona merah pasti mempengaruhi, tapikan protokol kesehatanya yang kita perketat," kata Rizal.

"Jadi relakasasi tetap jalan tapi protokol kesehatanya yang bener-bener kita awasi, supaya tidak terjadi kasus di mana Bekasi atau dimana itu di Bogor yang Rhoma Irama digugat itu karena tidak mematuhi protokol kesehatan," jelas Rizal.

Rizal meminta kepada masyarakat Balikpapan, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal ini dimaksud untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Hingga hari Senin sore (29/6) jumlah kasus terkonfirmasi mencapai 181 orang. Sebagian dari itu berasal dari sector pekerja migas dan batu bara juga terdapat pekerja dari telekomunikasi, sopir, pekerja catering dan elektrifikasi. Sejauh ini lanjut Rizal pada Senin kemarin ada 52 perusahaan yang karyawannya terpapar COVID-19.

Dari itu pemkot pun telah mengadakan pertemuan pada Senin malam, dengan perusahaan besar yang hasilnya disepakati agar swab dilakukan didaerah asal. Membentuk unit tim gugus tugas di perusahaan dan membatasi pergerakan karyawan, agar tidak banyak kontak dengan pihak lain disaat libur kerja.

"Kita harus lebih waspada karena memang sekarang ini pada dasarnya sudah bukan zona merah lagi pada zona hitam," katanya.

Hal ini untuk menepis kekhawatiran bahwa para karyawan yang terpapar virus Corona ini bukan dari lingkungan kerja, melainkan saat tidak bertugas atau berada di luar kantor.

"Kita meminta kepada pimpinan perusahaan agar mereka mengedukasi karyawannya agar tidak bergerak bebas terlebih dahulu ketika off kerja," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Andi M Ishak melalui aplikasi zoom Selasa (30/6/2020) malam, mengatakan banyak orang yang baru akan kembali kerja di Kaltim. Dan itu perlu diantisipasi kedepan.

"Kebanyakan kasus terjadi merupakan pendatang yang akan bekerja lagi di Kaltim, seiring pelonggaran penerbangan yang ada," kata Andi.

Penambahan kasus dikota Balikpapan pada Selasa (30/6/2020) terdapat 5 kasus baru terkonfirmasi positif.

Mereka adalah BPN182 laki-laki 48 tahun dan BPN183 perempuan 21 tahun, OTG warga Balikpapan beriwayat kontak erat dengan pasien positif BPN158 dan dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo.

Dua kasus berikutnya, adalah BPN184 laki-laki 32 tahun, dan BPN185 laki-laki 33 tahun. Keduanya juga OTG warga Jawa Barat, kontak erat pasien positif BPN145 yang dirawat di RS Pertamina Balikpapan (RSPB).

"Terakhir, adalah BPN186 laki-laki 27 tahun warga Sumatera Utara, yang akan kembali bekerja di Balikpapan dan kini, dirawat di RSPB," ujar Andi.

Dengan demikian, kasus Covid-19 hari ini di kota Balikpapan menjadi 186 kasus sembuh 106 dan meninggal dunia 4 kasus.

(dwia/dwia)