Stafsus Menteri BUMN: Tak Seperti Eropa, Tak Ada Pasien Corona RI Telantar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 22:23 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) memakai kacamata pelindung untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19 serta akan menjadi rumah isolasi bagi pasien yang rencannya akan digunakan pada hari ini, Sabtu (21/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/hp.
Wisma Atlet Kemayoran diubah menjadi rumah sakit darurat penanganan COVID-19 (M Risyal Hidayat/Antara Foto)
Jakarta -

Staf khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, menjelaskan soal penanganan Corona di Indonesia. Dia mengatakan pemerintah menangani Corona dengan baik sehingga tak ada pasien yang telantar.

Arya mengatakan pada awal pandemi Corona di Indonesia memang sempat ada antrean pasien terkait Corona. Lalu pemerintah mengambil langkah dengan membuat rumah sakit darurat (RSD) di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

"Pak Jokowi minta Pak Erick Thohir untuk membuat RSD. Dalam waktu 3 hari, karena Pak Erick pernah jadi Ketua Asian Games, dia melihat Wisma Atlet bisa jadi RSD. Di sana bisa disiapkan 3.000 tempat tidur," kata Arya dalam saat berbicara di program ILC tvOne, Selasa (30/6/2020).

"Yang sakit parah, itu masuk rumah sakit yang jadi rujukan. Sementara yang tidak parah secara fisik, tidak perlu sampai berat dipindahkan ke RS Wisma Atlet," tambahnya.

Dia mengatakan, setelah RSD Wisma Atlet berfungsi, dia tak pernah mendengar ada orang yang antre masuk RS. Kebijakan membuat RSD ini lalu diterapkan di Jawa Timur.

Arya mengatakan kondisi di Indonesia berbeda dengan di Eropa. Dia mengatakan pasien di tingkat kabupaten pun bisa terlayani.

"Tunjukkan ke saya, di mana ada pasien Corona telantar, terbengkalai, tak terlayani. Bahkan RS di kabupaten punya 10-20 tempat tidur di ICU dengan ventilator. Artinya, ada kesiapan dari pusat sampai kabupaten," ujar dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2