Jokowi Marah-marah ke Menteri, Dahlan Iskan Cerita Dimarahi SBY

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 21:34 WIB
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan tampak bersemangat ikut senam
Dahlan Iskan (detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memarahi para menterinya beberapa waktu lalu. Eks Menteri BUMN itu bercerita pernah dimarahi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal ini diceritakan Dahlan Iskan saat menjadi narasumber di program ILC tvOne, Selasa (30/6/2020). Dahlan Iskan mulanya ditanya pembawa acara Karni Ilyas apakah sering dimarahi Presiden SBY saat menjadi menteri.

"Kebetulan menteri BUMN itu agak berbeda dengan kementerian yang lain karena Kementerian BUMN itu kan tidak membawahkan birokrasi yang besar dan panjang ke bawah. Bawahannya Menteri BUMN itu kan perusahaan-perusahaan, jadi relatif seperti yang Pak Jokowi lakukan kemarin saya rasanya belum pernah begitu secara kelembagaan," kata Dahlan Iskan.

"Tetapi saya pernah hadir dalam sidang kabinet yang nadanya juga begitu (seperti Jokowi), tapi memang tidak disiarkan kepada publik," sebut Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan kemudian bercerita dimarahi SBY secara pribadi. Pangkal persoalannya pun beragam, versi Dahlan.

"Tetapi kalau secara pribadi tentu saya beberapa kali dimarahi. Misalnya waktu saya bikin statement, 'Sudahlah saya ini kan tidak mau ambil gaji'. Itu dianggap kurang baik karena bisa menyinggung menteri-menteri yang lain. Ya saya terima," ucap Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan mengaku juga pernah dimarahi karena menunjuk dirut Bank Mandiri yang baru tanpa melaporkannya kepada Presiden SBY dan Menkeu saat itu. Dahlan Iskan bercerita keputusan itu diambilnya bukan tanpa alasan.

"Saya pilih orang yang menurut anggapan saya dan anggapan tim saya itu yang terbaik, maka waktu itu ketika masa jabatan presiden direktur Bank Mandiri sebelumnya selesai, saya tunjuk orang ini, kebetulan anak muda sekali, pinter sekali lulusan teknik nuklir tetapi di dunia perbankan sudah sangat terkenal dan dia saya tunjuk dirut Mandiri tanpa melapor dan tanpa meminta persetujuan presiden," kata Dahlan Iskan.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2