Kapolda Kalsel: Korporasi Sengaja Bakar Hutan Kami Bawa ke Ranah Hukum!

Muhammad Risanta - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 19:03 WIB
Irjen Nico Afinta.
Irjen Nico Afinta memberikan sambutan dalam pertemuan dengan wartawan, Selasa (30/6/2020). (Muhammad Risanta/detikcom)
Banjarmasin -

Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Nico Afinta mengatakan akan bertindak tegas kepada perusahaan nakal yang sengaja membakar hutan untuk pembukaan lahan. Irjen Nico menegaskan akan membawa ke ranah hukum jika ada perusahaan yang melakukan hal tersebut.

"Kalau ada oknum yang sengaja, khususnya korporasi, membakar hutan dan lahan, maka kami tak segan-segan melakukan tindakan tegas dan membawa ke ranah hukum hingga proses pengadilan. Kami tidak main-main," kata Irjen Nico saat sambutan dalam pertemuan dengan wartawan, di Aula Mathilda, Markas Polda (Mapolda) Kalsel, Selasa (30/6/2020).


Irjen Nico menuturkan Polda Kalsel memberikan perhatian penuh terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia mengajak masyarakat Kalsel sama-sama menjaga hutan.

"Tentunya karhutla menjadi perhatian kita bersama. Tekad kita adalah bahu-membahu melakukan penanggulangan karhutla. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut melaksanakan pengawasan dengan patroli rutin dan terjadwal ke daerah-daerah yang mungkin rawan terjadinya karhutla. Jika ada yang pelanggaran laporkan ke kami," tegasnya.


Polda Kalsel, menurut Nico Afinta, terus melakukan inovasi demi mendukung program pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi karhutla. Salah satunya, sebut dia, dengan membuat aplikasi bernama 'Bekantan', aplikasi yang berfungsi sebagai sarana media bagi masyarakat menyampaikan informasi terkait karhutla.

"Dengan men-download aplikasi ini, aparat dan masyarakat bisa memanfaatkan untuk membantu penanganan karhutla, termasuk bisa mengetahui hot spot," ucap Irjen Nico.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) diketahui membuat sejumlah program penanggulangan karhutla. Salah satu programnya, yakni Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), untuk menambah curah hujan, guna membasahi lahan gambut, mengisi kanal, embung, dan kolam retensi. Sejumlah wilayah, seperti Kalimantan Selatan, Tengah, Barat, dan Timur, diusulkan untuk dilakukan TMC.

(zak/zak)