Gubsu Ungkap Masalah yang Bikin 10 Ribu Kuota SMA-SMK Negeri Belum Terisi

Ahmad Arfah - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 16:15 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Sumut menjadi sorotan. Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi kemudian mengungkapkan permasalahan pada pelaksanaan PPDB itu.

"Orang tua-orang tua ini maunya 'saya mau di sini anak saya'. Terus diatur zonasi, sekarang terjangkau 1,1 kilo (kilometer) padahal dalam aturan 5 kilo. Baru 1,1 kilo saja itu jumlahnya pada SMA-SMA dan SMK tertentu itu kan sudah menumpuk sekian banyak. Di SMA 1 (Medan), dia butuhnya 450 siswa, 4.000 yang mendaftar di jarak 1,1 kilo itu," kata Edy di rumah dinasnya, Selasa (30/6/2020).

Edy mengatakan sistem zonasi awalnya diharapkan membuat kuota SMA negeri atau sekolah sederajat bisa terpenuhi. Namun pada kenyataannya, kata Edy, sistem zonasi juga tak membuat kuota SMA-SMK negeri di Sumut terpenuhi.

"Diharapkan dengan zonasi ini terpenuhi. Tapi kenyataan kan tidak bisa sama. Jakarta saja yang sudah sempurna jumlah penyebaran sekolahannya itu kan masih sulit juga," ucapnya.

"Sistem ini yang nanti kita evaluasi. Upaya kita sekarang ini yang di Nias, negeri, yang di daerah Toba sana, di daerah yang keluar dari Deli Serdang, itu kan kosong itu. Kenapa numpuk di kota Medan sehingga yang anda sebut tadi tidak seusai dengan harapan. Harapannya kan menyebar, tidak terfokus di satu zona SMA-SMA yang dianggap mereka favorit. Bukan itu sebenarnya. Ini yang nanti kita luruskan," sambung Edy.

Selanjutnya
Halaman
1 2