Sejarah Reshuffle Kabinet Presiden Jokowi di Periode 2014-2019

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 19:54 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Kerja II di tangga veranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro/foc.
Wacana reshuffle kabinet kembali menguat setelah Presiden Jokowi menyatakan kekecewaan atas kinerja sejumlah menteri (ANTARA FOTO)
Jakarta -

Wacana perombakan atau reshuffle kabinet kembali mengemuka setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan ancaman akan membubarkan lembaga dan merombak kabinet apabila tidak ada perkembangan signifikan dalam menangani pandemi virus Corona.

Patut diingat, reshuffle kabinet bukan hal yang baru bagi Presiden Jokowi. Dalam periode pertama pemerintahannya saat berduet dengan Jusuf Kalla, Jokowi pernah berulang kali mengganti komposisi para pembantunya.

Alasan perombakan pun beragam, mulai dari langkah perbaikan manajerial pemerintahan, memperkuat sinergi dan koordinasi lintas kementerian, kemudian tuntutan agar setiap kementerian dapat bekerja lebih cepat dan lebih efektif.

Berikut riwayat kebijakan reshuffle kabinet yang pernah diambil Jokowi dalam masa pemerintahan periode 2014-2019 lalu.

1. Reshuffle Kabinet I

Presiden Jokowi memutuskan merombak susunan Kabinet Kerja yang dibentuknya pada 27 Oktober 2014 pada Rabu, 12 Agustus 2015. Reshuffle kabinet jilid I ini mengganti lima menteri, termasuk tiga menteri koordinator dan sekretaris kabinet. Sejumlah nama akademisi tergusur dalam kabinet yang baru berusia 10 bulan itu.

- Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan menggantikan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno.
- Mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menjabat sebagai Menko Perekonomian menggantikan Sofyan Djalil.
- Mantan Menko Perekonomian pada era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Indroyono Soesilo.
- Thomas Lembong, menjabat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel.
- Politikus PDI Perjuangan, Pramono Anung, menggantikan Andi Widjajanto sebagai Sekretaris Kabinet.
- Sofyan Djalil menggantikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

2. Reshuffle Kabinet II

Reshuffle kabinet kembali dilakukan pada 27 Juli 2016. Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional yang beralih mendukung Presiden Jokowi mendapat posisi menteri dalam perombakan kali ini.

- Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dicopot digantikan oleh Budi Karya Sumadi.
- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil digantikan oleh Bambang Brodjonegoro yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keuangan.
- Sri Mulyani Indrawati masuk kabinet sebagai Menteri Keuangan.
- Sofyan Djalil menggantikan Ferry Mursidan Baldan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang.
- Menteri Perindustrian berganti dari Saleh Husin ke kader Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud yang sebelumnya dijabat oleh Anies Baswedan digantikan oleh Prof. Muhajir.
- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dipercayakan pada Eko Putro Sanjojo menggantikan Marwan Jafar.
- Politikus PAN Asman Abnur mengantikan posisi Yuddy Chrisnadi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi, dan Birokrasi.
- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan digeser menjadi Menko Kemaritiman mengganti Rizal Ramli.
- Wiranto mengisi jabatan Menko Polhukam yang ditinggalkan Luhut B Panjaitan.
- Enggartiasto Lukita diberikan amanat sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Thomas Lembong.
- Thomas Lembong mendapat posisi baru sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggantikan Franky Sibarani.
- Franky Sibarani ditugaskan sebagai Wakil Menteri Perindustrian.
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Menteri ESDM Sudirman Said digantikan oleh Archandra Tahar. Archandra tak sampai sebulan memegang jabatan ini. Luhut Panjaitan menjadi pelaksana tugas Menteri ESDM sampai ditunjuknya Ignatius Jonan pada 14 Oktober 2016. Bersamaan dengan itu, Archandra diberi tugas mendampingi Jonan sebagai Wakil Menteri ESDM.

3. Reshuffle Kabinet III

Awal Januari 2018 Presiden Jokowi kembali melakukan reshuffle kabinet. Kali ini satu lagi kader Partai Golkar diberikan tempat dalam kabinet.

- Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mundur dari kabinet setelah memutuskan maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sekjen Partai Golkar Idrus Marham ditunjuk menggantikan Khofifah.
- Eks Panglima TNI, Moeldoko menggantikan Teten Masduki sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Teten diminta menjadi Koordinator Staf Khusus Presiden.

4. Reshuffle Kabinet IV

Dalam tahun yang sama, tepatnya pada 15 Agustus 2018 kembali terjadi reshuffle kabinet. Kader PAN di kabinet, Asman Abnur mundur dari jabatannya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pasalnya PAN memutuskan tidak mendukung Jokowi dalam pemilihan presiden 2019. Wakil Kepala Kepolisian, Komisaris Jenderal Syafruddin ditugaskan mengisi posisi yang ditinggalkan Asman.

Hanya beberapa hari berselang, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Mensos Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus korupsi PLTU Riau-1. Agus Gumiwang Kartasasmita ditunjuk menggantikan koleganya di Partai Golkar itu.

(pal/erd)