Jokowi Sampai Marah, Sekjen MUI Singgung Menteri Perburuk Citra Pemerintah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 19:05 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Foto: Sekjen MUI Anwar Abbas. (Rahel-detikcom)
Jakarta -

Sekjen MUI Anwar Abbas menilai wajar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah terhadap para menterinya terkait pengambilan kebijakan di tengah pandemi COVID-19. Anwar Abbas menilai beberapa pembantu Jokowi tersebut malah memperburuk citra pemerintah.

"Pidato singkat Presiden Jokowi seperti yang tersebar di YouTube benar-benar menunjukkan kekecewaannya terhadap kinerja para pembantunya yang terlihat seperti tidak punya sense of crisis sehingga tidak banyak dari yang dilakukan oleh para menteri tersebut yang benar-benar berdampak baik dan besar terhadap rakyat dan masyarakat luas," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/6/2020).

"Hal ini tentu saja sangat-sangat beliau sesalkan karena semestinya para pembantu beliau tersebut sudah tahu apa yang akan dilakukan tetapi ternyata tidak demikian. Dan hal ini tentu saja telah membuat sang presiden benar-benar menjadi jengkel," imbuh Anwar.

Anwar Abbas menyoroti serapan anggaran kementerian yang rendah, seperti yang disoroti Jokowi juga. Serapan anggaran rendah ini menurutnya turut memberi dampak negatif terhadap ekonomi rakyat.

"Coba saja bayangkan dana yang sudah disediakan cukup besar baru terserap sedikit sehingga jumlah uang yang beredar di tengah-tengah masyarakat tentu masih sangat-sangat kecil sehingga daya beli masyarakat tidak dan belum bisa terdongkrak sehingga ekonomi masyarakat tidak dan belum bisa menggeliat," kata Anwar.

Bagi Anwar Abbas, kebijakan atau kinerja seperti ini justru memperburuk citra pemerintah. Jokowi pun, katanya, jadi ikut terdampak.

"Hal ini tentu saja sangat kita sesalkan karena akibat dari tindakan tersebut telah memperburuk citra dari pemerintah terutama dalam hal ini adalah Presiden karena dampak dari tindakan mereka tersebut telah memperburuk keadaan ekonomi rakyat. Karena bagaimana mungkin kita akan mendorong ekonomi mereka kalau mereka tidak punya daya beli karena tanpa adanya peningkatan daya beli mereka maka tentu produktivitas masyarakat tidak akan bisa dipacu," sebut Anwar Abbas.

Selanjutnya
Halaman
1 2