Kabar Reshuffle Kabinet usai Jokowi Marah, Ini 5 Poin yang Jadi Perhatian

Rosmha Widiyani - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 17:17 WIB
Jokowi
Foto: 20detik/Kabar Reshuffle Kabinet usai Jokowi Marah, Ini 5 Poin yang Jadi Perhatian
Jakarta -

Topik reshuffle usai Jokowi marah menjadi pembicaraan hangat hingga masuk dalam Google Trend. Seiring waktu, reshuffle bukan hal asing bagi pemerintahan dan masyarakat Indonesia.

Dikutip dari situs Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, reshuffle adalah mengubah susunan yang merupakan serapan dari Bahasa Inggris. Dilihat dari arsip berita detikcom, Presiden Joko Widodo atau Jokowi pernah melakukan tiga kali reshuffle pada periode pertama pemerintahannya.

Terkait gosip reshuffle periode 2019-2024 usai Jokowi marah, berikut lima poin yang jadi perhatian:

1. Gosip reshuffle, menteri mana yang kena geser?

Menurut Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira, reshuffle kabinet akan berdampak pada menteri yang dinilai kurang tanggap. Terutama yang berkaitan dengan pembantu-pembantu presiden yang berkaitan dengan penanggulangan COVID-19, penanggulangan dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi.

"Melihat gestur presiden dalam pidato ini, nampaknya akan ada reshuffle kabinet, terutama terhadap pembantu-pembantunya yang kurang tanggap sense of crisis, terutama tentu yang berkaitan dengan pembantu-pembantu presiden yang berkaitan dengan penanggulangan COVID-19, penanggulangan dampak sosial ekonomi dan pemulihan ekonomi," katanya.

2. Kabar reshuffle, bagaimana kinerja para menteri?

Reshuffle adalah solusi yang kadang diterapkan demi mencapai target yang diharapkan. Sebelum ada gosip reshuffle, beredar survei mengenai persepsi publik terhadap kinerja para menteri salah satunya dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF).

INDEF-Datalyst Center memaparkan hasil riset big data kebijakan COVID-19 yang dijaring di Twitter. Hasilnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menkum HAM Yasonna Laoly dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mendapat sentimen negatif.

3. Kabar reshuffle, bagaimana dengan menteri ekonomi?

Peluang reshuffle telah dibuka Jokowi agar para menteri bisa bekerja ekstra menangani COVID-19. Jokowi diharapkan betul-betul memilih sosok yang tepat sebagai pengganti. Reshuffle adalah solusi supaya bisa terpilih sosok yang tepat untuk menjalankan rencana terkait penanganan dampak virus corona.

"Risiko akan besar kalau yang dipilih bukan orang yang tepat sehingga tidak ada kemajuan berarti dalam penanganan COVID-19 atau dampak ekonominya. Risiko kalau kebijakannya berbeda jauh dari apa yang sudah ditetapkan pemerintah, (karena) sekarang tinggal implementasi di lapangan saja," kata Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad.

4. Kabar reshuffle, dua kali sentilan pada Menteri Kesehatan

Presiden Jokowi dua kali menyinggung kinerja Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam jangka waktu 11 hari. Teguran disampaikan saat sidang kabinet paripurna pada 18 Juni 2020, yang baru diunggah pada 28 Juni 2020. Jokowi menyoroti serapan dana yang baru 1,53 persen dari total Rp 75 triliun.

Teguran lain disampaikan pada 29 Juni 2020 pada Kementerian Kesehatan. Saat itu, Jokowi membuka rapat terbatas tentang penanganan COVID-19. Jokowi meminta agar pemberian bantuan terkait penanganan virus corona atau COVID-19 hingga insentif bagi tenaga kesehatan dipercepat.

5. Kabar reshuffle, Jokowi bisa jadi serius

Reshuffle adalah solusi yang diharapkan bisa memberi solusi lebih baik terkait penanganan virus corona. Menurut pakar deteksi kebohongan manusia (lie detector) Handoko Gani, Jokowi marah adalah gestur dengan level tertinggi. Ucapan tentang reshuffle kabinet pemerintahan dinilai sebagai ancaman serius dari Jokowi ke para menteri.

"Kalau ditanya kaitannya dengan kemungkinan reshuffle, 90% dari 100%, bila tidak ada perbaikan. Atau, malah bisa 95% dari 100%," kata Handoko.

(row/erd)