Massa Kembali Gelar Aksi Tolak TKA China Masuk Sultra

Sitti Harlina - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 16:53 WIB
Massa tolak TKA China di Kendari kembali gelar aksi (Sitti Harlina/detikcom)
Foto: Massa tolak TKA China di Kendari kembali gelar aksi (Sitti Harlina/detikcom)
Kendari -

Massa dari Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sultra Bergerak (PPMSB) di Kota Kendari kembali menggelar aksi menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asa China di Sulawesi Tenggara (Sultra). Massa mendatangi Kantor Imigrasi Kendari.

Massa mendatangi kantor Imigrasi Kendari pada siang hari tadi. Massa menilai keputusan pemerintah mendatangkan TKA di masa pandemi Corona merupakan keputusan yang salah.

Koordinator massa, Awal Rafiul, mengatakan tak seharusnya pemerintah menyetujui kedatangan TKA dengan alasan untuk rakyat. Massa juga menuntut janji Kepala Imigrasi Kendari, Hajar Aswad, untuk mundur dari jabatan.

Hajar yang sempat keluar menemui massa aksi tampak berdebat dengan perwakilan massa. Massa tetap menuntut Hajar mundur dari jabatan.

"Konsistenlah, Pak, di poin dua Bapak menyatakan bahwa TKA tidak akan datang sebelum masa pandemi berhenti, poin dua dan tiga itu masih saling berkaitan," ujar perwakilan massa kepada Hajar.

Aksi yang awalnya berlangsung damai tersebut kemudian sempat diwarnai saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga. Saat itu massa sempat berusaha masuk ke dalam Kantor Imigrasi.

Hajar pun menjelaskan bahwa saat menerima massa aksi beberapa hari lalu. Dia mengatakan bersedia mundur dari jabatannya jika TKA yang datang tidak sesuai dengan aturan. Namun dia menegaskan, berdasarkan data dari Ditjen Imigrasi, semua TKA masih tepat prosedur.

"Apabila kedatangan TKA tidak sesuai ketentuan atau prosedur yang berlaku, maka selaku kepala kantor bersedia untuk mundur," ujar Hajar Aswad.

Massa yang merasa kecewa, akhirnya membubarkan diri, namun berjanji akan ada aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar.

(nvl/jbr)