Risma Menangis sampai Sujud ke IDI, Pakar: Itu Bukan Lebay

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 16:25 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sujud sambil menangis di hadapan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Bahkan, Risma sampai dua kali sujud.
Foto: Risma menangis sampai bersujud ke IDI (Esti Widiyana)
Surabaya -

Wali Kota Surabya Risma menangis dan bersujud saat audiensi bersama IDI Jatim dan IDI Surabaya di Balai Kota Jalan Wali Kota Mustajab. Gesture Risma saat menangis dinilai sebagai ekspresi penderitaan mental.

"Ini sudah level agony. Sedih tertinggi dipicu mental suffering (penderitaan), ketidakberdayaan dan kekecewaan. Bukan lebay. Lebay tidak bisa menunjukkan emosi agony. Aktor Film bahkan nggak ada yang bisa sampai level 'agony' karena kan mental mereka aslinya tidak semenderita itu," kata pakar gesture, Handoko Gani, kepada detikcom, Senin (29/6/2020).

Handoko merupakan pakar gesture, trainer interview, dan analisis perilaku (human lie detector) dari latar belakang sipil yang memiliki otorisasi penggunaan alat layered voice analysis (LVA).

Handoko mengalisis gesture tersebut melalui video Risma yang menangis hingga memeluk kaki. Dia melihat gesture ini lewat micro expression dan gesture.

Dia tak setuju jika ekspresi Risma itu dianggap berlebihan atau lebay. Menurutnya, ada muatan kesakitan dari tangisan Wali Kota Surabaya itu.

"Kalau dikatakan terlalu emosional, saya tidak sepakat. Ada agony soalnya. Agony ini dikarenakan orang betul-betul dalam kondisi tertekan, ketidakberdayaan, kemarahan, kesedihan, kecewa jadi satu," tutur Handoko.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2