Kejagung Arahkan Penyidikan Kasus Impor Tekstil ke Kerugian Ekonomi Negara

Mochamad Zhacky - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 14:50 WIB
kejaksaan agung
Gedung Kejaksaan Agung. (Foto: dok)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin membocorkan arah penanganan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai 2018-2020. Burhanuddin mengungkapkan kasus dugaan korupsi impor tekstil itu akan diarahkan ke kerugian perekonomian negara.

"Pertama tentang penanganan Bea-Cukai. Kita juga tidak mengharapkan di sini saja, kita akan kembangkan. Ini adalah pintu masuk kami, kenapa? Kami kalau perbuatan tindak pidananya penyelundupan, itu kewenangan bukan di kami, tapi di Bea-Cukai. Yang ditangani oleh kami adalah tindak pidana korupsi. Itu yang membatasinya," kata Burhanuddin dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi III DPR RI, di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020).

"Dan untuk kasus ini akan menjadi pintu masuk kami ke yang lainnya, dan ini akan kami sampaikan dengan Jampidsus bahwa ini adalah pintu masuk," imbuhnya.

Burhanuddin meminta dukungan Komisi III dalam mengusut kasus dugaan korupsi importasi tekstil ini. Menurutnya, importasi tekstil ini merupakan kasus pertama yang penyidikannya diarahkan ke kerugian perekonomian negara.

"Dan sebagai bocornya, bahwa kami akan mengarahkan kerugian perekonomian negara, tidak hanya pada kerugian negara, tapi perekonomian negara, dan kami akan arahkan ke situ. Kami juga mohon dukungannya, ini adalah kasus pertama yang diarahkan ke kerugian perekonomian negara, mohon nanti dukungannya," sebut Burhanuddin.

Tonton video 'Jokowi: Ekonomi dan Kesehatan Saat Covid-19, Rem-Gas Harus Seimbang':

Selanjutnya
Halaman
1 2