Walkot Depok Angkat Bicara soal Ribuan Paket Bansos-300 Kg Telur Busuk

Matius Alfons - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 14:18 WIB
Wali Kota Depok, Mohammad Idris
Walkot Depok M Idris Abdul Somad (Erwin Dariyanto/detikcom)
Jakarta -

Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad angkat bicara soal adanya 300 kilogram telur busuk dan ribuan paket bansos yang tidak tersalurkan. Idris mengatakan pendistribusian bansos itu adalah tanggung jawab pihak pos.

"Berkenaan dengan paket bansos Provinsi Jawa Barat yang diberitakan banyak membusuk, dengan ini disampaikan bahwa tanggung jawab distribusi bansos Provinsi Jawa Barat adalah lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini Kantor Pos," kata Idris dalam keterangannya, Senin (29/6/2020).

Idris mengatakan pihak Kantor Pos memang diberikan tanggung jawab untuk pendistribusian bansos provinsi Jawa Barat. Karena itu, pihak pos diminta bertanggung jawab terkait itu.

"Kantor Pos yang bertanggungjawab terhadap pendistribusian Bansos Provinsi Jawa Barat hingga ke penerima manfaat sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan," ucapnya.

Namun, Idris menyebutkan, jika pihak Kantor Pos mengalami kesulitan terkait data penerima, bisa berkoordinasi dengan pihak pemerintah kota.

"Jika ditemukan kendala dengan data penerima, Kantor Pos dapat juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Depok," ujarnya.

Sementara itu, pihak Kantor Pos diwakilkan Kepala Kantor Pos Depok, Diki Hendrawansah, menjelaskan duduk persoalan bansos tersebut. Dia menyebut ribuan bansos itu memang tidak tersalurkan karena beberapa faktor.

"Memang tidak berhasil kita antar, dalam arti kata si penerimanya itu tidak dikenal, pindah alamat, meninggal tanpa ahli waris, dan penerima bantuan double gitu, jadi itu barang retur, disimpan dulu di gudang kita," ungkap Diki.

Saat penyimpanan itulah sebutnya ada sejumlah barang seperti telur yang disebutnya dalam keadaan kurang layak lagi sehingga akhirnya terpaksa dimusnahkan.

Persoalan ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi yang beredar di sosial media menyebut ada sekitar 300 kilogram telur yang akhirnya rusak karena disimpan di Balai Rakyat lantaran belum sempat terdistribusi ke masyarakat. Ada juga ribuan paket sembako yang tidak tersalurkan.

(maa/mea)