Abai Protokol COVID-19, Emak-emak di Sulbar Berdesakan Lihat Kelulusan Siswa

Abdy Febriady - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 14:16 WIB
Emak-emak di Sulbar berdesak-desakan pantau kelulusan anak (Abdy-detikcom).
Foto: Emak-emak di Sulbar berdesak-desakan pantau kelulusan anak (Abdy-detikcom).
Polman -

Sejumlah emak-emak di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) saling berdesak-desakan saat memantau kelulusan sekolah. Para emak-emak abai dengan anjuran protokol pencegahan virus Corona (COVID-19).

Pantauan di SMPN 1 Campalagian, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin (29/6/2020), tak sedikit orang tua siswa yang mengabaikan protokol COVID-19 saat memantau kelulusan anaknya.

Selain mengabaikan jaga jarak dengan berdesak-desakan, banyak di antara mereka yang juga tidak menggunakan masker. Para emak-emak itu tampak saling berebut mencari nama anaknya di daftar kelulusan yang ditempel pihak sekolah.

Emak-emak di Sulbar berdesak-desakan pantau kelulusan anak (Abdy-detikcom).Foto: Emak-emak di Sulbar berdesak-desakan pantau kelulusan anak (Abdy-detikcom).

Di antara mereka ada yang tampak tersenyum haru saat mengetahui anaknya diterima di sekolah tersebut, namun ada juga yang kecewa karena anaknya tidak diterima.

"Kita tidak tau ada zonasi, kecewalah, apalagi sebelumnya kita tidak mendapat penyampaian soal aturan zonasi," kata salah seorang orang tua siswa yang anaknya tidak diterima di sekolah tersebut.

Humas Penerimaan Siswa Baru SMPN 1 Campalagian Nursidi mengatakan, dari sekian banyak calon siswa yang dinyatakan tidak lulus, hampir semuanya terganjal aturan zonasi.

"Jadi di sini yang tidak lolos hampir dikategorikan karena persoalan zonasi, karena ada aturannya, jumlahnya juga tidak signifikan hanya sembilan belas saja," ujarnya,

Terkait para orang tua siswa yang mengabaikan protokol kesehatan saat memantau pengumuman, pihak sekolah mengaku telah berencana mengumumkan kelulusan calon siswa baru secara online. Namun hal itu tidak dilakukan karena tidak semua orang tua siswa memiliki fasilitas pendukung, seperti telepon genggam yang dapat mengakses layanan internet.

"Sehingga sulit mengakses pendaftaran dan pengumuman secara online, akhirnya terbagi, ini kita bagi, jadi kita menempel pengumuman secara manual pada beberapa titik agar warga terbagi," imbuhnya.

(nvl/nvl)