Presiden: Atasi Konflik Dengan Pendekatan Damai
Selasa, 27 Des 2005 23:48 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpesan untuk mengatasi konflik dan permasalahan keamanan, sebaiknya mengutamakan pendekatan damai, pendekatan kasih sayang dan pendekatan demokrasi."Saya percaya jalan itu lebih mulia, sering lebih berhasil dan tidak menimbulkan korban jiwa dan korban-korban lain yang tidak kita kehendaki," kata SBY ketika membacakan sambutan Perayaan Natal Nasional di JHCC, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/12/2005).Dalam acara tersebut, Presiden didampingi Ibu Ani Bambang Yudhoyono, Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Perdagangan Mari Pangestu sebagai Ketua Panitia serta perwakilan negara sahabat.Sedangkan dalam mengatasi permasalahan global, SBY menyarankan agar dalam menyelesaikan masalah dilakukan dengan cara damai. Upaya damai itu juga tidak mengutamakan hard power melainkan soft power."Dialog, perundingan, dan pendekatan budaya, Saya kira lebih beradab dan lebih tepat untuk menyelesaikan permasyalahatan di dunia," tegas SBY.Presiden juga menghimbau agar dalam memecahkan permasalahan bangsa yang rumit, fundamental, dan penuh dengan tantangan hendaknya seluruh warga negara Indonesia dapat bersatu padu dan saling bahu membahu."Kita dapat memetik pelajaran besar, maha besar dari bersatunya kita semua ketika berjuang pada tugas kemanusiaan. Suasana batin, langkah bersama dan sering berkontribusi seperti itulah yang sesungguhnya menjadi modal jalan terbaik dalam mengatasi masalah kebangsaan" kata Presiden.Dalam akhir pidatonya SBY meminta masyarakat untuk bersama-sama mengukir jalannya sejarah di tanah air tercinta bahkan di dunia. Untuk lebih mencitakan rasa aman, damai, adil, demokratis, dan lebih sejahtera.Acara Natal Nasional tersebut dimeriahkan atraksi drama pimpinan Nano Riantiarno dan pergelaran seni tari dan nyanyi dari Trie Utami, Edo Kondologit, Nugie, Syaharani, Suara Anak Indonesia dan Paroki Santo Jacobus.
(ary/)











































