Tinjau Layanan KB, BKKBN: Kehamilan Tak Dikehendaki di Jakarta Tinggi

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 13:43 WIB
kehamilan tak diinginkan
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Dr. Hasto Wardoyo meninjau pelaksanaan program Pelayanan Sejuta Penerima Program KB (Akseptor). Saat meninjau, Hasto juga menyempatkan diri untuk memberikan pelayanan KB kepada para ibu. Hasto mengatakan program Pelayanan Sejuta Akseptor yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional ini merupakan bentuk upaya dalam menekan angka kematian ibu, anak, dan juga kehamilan yang tidak dikehendaki.

"Hari Keluarga Nasional yang ke-27 kali ini, kita juga lakukan dengan memberikan pelayanan sebanyak-banyaknya," tutur Hasto di salah satu rumah praktik bidan di Cipinang, Jakarta Timur, Senin (29/6/2020).

Lebih lanjut, Hasto menyampaikan pesan agar tetap memperhatikan keluarga-keluarga di masa pandemi ini. Bahkan, BKKBN siap membantu para bidan yang kekurangan APD dalam memberikan program KB kepada masyarakat.

"Berdasarkan survei tingkat kehamilan yang tidak dikehendaki di Jakarta itu masih tinggi, nah itu dia mengapa pentingnya kita melakukan berbagai cara untuk menurunkan angka tersebut. Ini juga untuk mencegah angka keguguran dan kematian ibu tidak melonjak," katanya.

Terpantau, masyarakat terlihat sangat antusias ambil bagian untuk mendapat layanan KB, seperti pemberian pil KB, kondom, suntik, IUD, implan, MOW dan MOP. Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu program KB ini termasuk BKKBN. Dirinya mengucapkan terima kasih karena telah berkontribusi untuk memperluas cangkupan keluarga berencana.

"Terima kasih kepada Kepala BKKBN yang telah memberikan bantuan APD, saya rasa ini adalah bentuk kerja sama yang positif sehingga teman-teman bidan dapat memberikan pelayanan dan masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan akses ke program KB," imbuhnya.

Sebagai informasi, pada hari ini BKKBN melakukan program pelayanan sejuta akseptor yang bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional yang ke-27. Dalam kegiatan kali ini sebanyak 1.381.142 menjadi target pemberian program KB se-Indonesia, program ini pun tercatat dalam rekor MURI.

(mul/ega)