TNI AU Minta Tambah Sukhoi

TNI AU Minta Tambah Sukhoi

- detikNews
Selasa, 27 Des 2005 21:33 WIB
Jakarta - Seiring dicabutnya embargo militer oleh Amerika Serikat (AS), TNI AU tetap berharap proses pengadaan pesawat tempur jenis Sukhoi tetap berlanjut. Minimal bisa memenuhi satu skuadron penuh."Kita juga berharap pengadaan atau pembelian Sukhoi tetap berlanjut," kata Kadispen Udara Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Selasa (27/12/2005).Diakui Sagom, sebelumnya AU memang memiliki rencana untuk menambah 3-4 pesawat Sukhoi setiap tahunnya. Hanya saja dengan dicabutnya embargo suku cadang untuk pesawat F-5 dan F-16 dari AS rencana tersebut berubah. Karena anggaran akan lebih digunakan untuk pemerliharan pesawat buatan AS yang sudah bisa diterbangkan lagi."Mungkin kalau penambahannya satu pesawat Sukhoi tiap tahun bagi kita sudah sangat bagus," harap Sagom.Saat ini, lanjut Sagom, selain belum memuhi jumlah minimal satu skuadron, 4 Sukhoi yang ada saat ini juga belum dilengkapi dengan sistem persenjataannya. "Tapi kemungkinan ini akan dilengkapi pada angaran tahun ini," jelasnya.Sementara itu, untuk jenis F-5 dan F-16, menurut Sagom memang tidak ada kontrak pembelian baru. Hanya saja dengan dicabutnya embargo oleh AS untuk kontrak pengadaan suku cadangnya yang sempat tertahan selama 8-9 tahun, akan dilanjutkan sesuai dengan mekanisme yang ada."Memang perlu ada perhitungan ulang mengenai untung ruginya. Karena suku cadang kedua pesawat tersebut tertahan lama. Peninjauan ini perlu dilakukan karena ada suku cadang yang saat itu sedang diperbaiki, tertahan karena embargo," papar Sagom.Ketika ditanya mengenai apakah pesawat F-5 masih layak terbang atau tidak, Sagom menjelaskan, sebenarnya dalam filosiofi pesawat terbang tidak ada istilah tua atau baru. "Sebab semua suku cadang yang menempel pada satu pesawat memiliki life time. Kalau memang usia pakainya memang harus diganti, maka diganti. Maka pesawat jadi baru lagi," terang Sagom.Sagom menjeaskan dalam filosofi pesawat itu, memang setelah sekian tahun pesawat digunakan perlu ada kajian kembali, terutama efesiensi pemeliharaannya. "Kalau lebih mahal dibanding membeli yang baru maka lebih baik membeli yang baru. Setelah F-5 dan F-16 digunakan selama 25 tahun kita menyarankan kepada pemerintah untuk mengganti jenis baru. Namun dengan dicabutnya embargo bisa dipertahankan hingga 30 tahun," ujar Sagom. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads