Ikappi Minta Kebijakan Pemprov DKI Cegah Corona di Pasar Libatkan Pedagang

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Minggu, 28 Jun 2020 18:58 WIB
Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditutup tiga hari setelah 14 pedagang dinyatakan positif COVID-19. Tapi kok masih ada yang jualan?
Ilustrasi (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Ketum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri meminta Pemprov DKI Jakarta lebih terbuka dalam upaya pencegahan COVID-19 di pasar. Dia ingin pedagang juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

"Kami dorong pedagang menggunakan protokol kesehatan dengan baik, tanpa paksaan, karena lazimnya yang kami lakukan itu melibatkan pedagang dalam proses kebijakannya," kata Abdullah ketika dihubungi, Minggu (28/8/2020).

"Kalau melibatkan pedagang dalam mengambil kebijakan itu akan mempermudah proses pelaksanaannya. Tapi kalau tiba-tiba pakai sistem zonasi, tiba-tiba ditutup paksa sedangkan ditutup 3 itu juga nggak tahu dilakukan apa," sambungnya.

Abdullah berharap Pemprov DKI dan PD Pasar Jaya turut melakukan edukasi langsung kepada pedagang. Selain itu, dia menilai masih ada pasar yang belum maksimal dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Kami berharap PD Pasar Jaya dan Pemprov membuka diri untuk semua pihak bisa berkolaborasi untuk bersama-sama mengingatkan pedagang, karena yang kami tahu mengevaluasi dari beberapa pasar yang sudah kami identifikasi di DKI Jakarta, masih belum efektif protokol kesehatan itu dilakukan," tuturnya.

Seperti diketahui, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengungkap data sebanyak 768 pedagang pasar di Indonesia positif terkena virus Corona (COVID-19) per 26 Juni 2020. Kasus terbanyak di Indonesia berada di DKI Jakarta.

"DKI memang salah satu provinsi tertinggi ya. Ini menyusul sebelumnya Sumbar ya, Sumbar sekarang mulai turun, sekarang DKI dan Jawa Timur tertinggi," kata Ketum Ikappi Abdullah Mansuri ketika dihubungi, Minggu (28/8/2020).

Dari data yang diperoleh detikcom, DKI Jakarta menduduki posisi pertama kasus pedagang yang positif COVID-19 dengan 192 kasus positif di 26 pasar. Sejauh ini belum ada kasus pedagang pasar yang meninggal akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

"Dalam penemuan kami yang kasus positif ada sekitar 192 kasus di 26 pasar," katanya.

(fas/fas)