Pernyataan Lengkap Pemerintah soal 54.010 Kasus Positif Corona Per 28 Juni

ADVERTISEMENT

Pernyataan Lengkap Pemerintah soal 54.010 Kasus Positif Corona Per 28 Juni

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Jun 2020 17:12 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (dok. BNPB)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto (Dok. BNPB)

dr Reisa Broto Asmoro

Selamat sore saudara-saudari di seluruh tanah air. Kesehatan kita adalah harta terpenting terutama pada masa pandemi ini. Ketua Gugus Tugas Letjen Doni Monardo bahkan menginstruksikan bahwa strategi percepatan penangan Covid-19 adalah memastikan yang sehat tetap sehat dan menyembuhkan yang sakit. Arahan ini jadi acuan kami di gugus tugas untuk menyeimbangkan upaya pengobatan, kuratif dan preventif dan promotif pencegahan dan promosi kesehatan. Pemerintah sudah lama mempromosikan masyarakat hidup sehat atau yang sering disebut germas. Nomor satu dalam komponen germas adalah melakukan aktivitas fisik, kegiatan seperti olahraga menjadi sangat penting untuk dilakukan dalam masa pandemi COVID-19, karena dapat mengoptimalkan daya tahan tubuh kita. Maka dari itu, tingkat keselamatan olahraga juga mesti juga diperhatikan pada masa pandemi. Kita harus berolahraga sesuai dengan tingkat resiko.

Risiko olahraga rendah terhadap kemungkinan terpapar COVID-19 adalah kegiatan olah raga yang bisa dilakukan di rumah, dilakukan sendiri atau dengan anggota keluarga atau menggunakan peralatan sendiri. Nah sebaiknya saudara-saudari diutamakan jenis ini dimana pandemi COVID-19 yang masih berlangsung. Sedangkan olahraga risiko tinggi yang terpapar COVID-19 adalah apabila kegiatan olahraga di tempat umum dan berkelompok dan menggunakan peralatan bergantian. Apabila anda punya penyakit seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru, gangguan ginjal, kondisi imunokompromise, penyakit auto imun dan untuk yang sedang hamil sebaik hindari olahraga tipe ini. Namun saudara-saudari dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru olahraga yang dilajukan bersama dan menggunakan sarana umum akan mulai meningkat lagi. Silakan saja berolahraga ditempat umum, namun perhatikan 5 hal berikut ini.

1. Olahraga sebaiknya dilakukan tanpa berpindah tempat atau olahraga dilakukan dengan posisi sejajar dan berjarak minimal 2 meter dengan orang lain.
2. Untuk olahraga jalan kaki jaraknya kurang-lebih 5 meter dengan orang di depannya.
3. Sedangkan untuk yang berlari sebaiknya berjarak kurang-lebih 10 meter dengan orang di depannya.
4 Untuk yang bersepeda jaga jarak kurang-lebih 20 meter dengan orang di depannya.
5. Setelah berolahraga ingat untuk selalu segera cuci tangan, mandi, ganti pakaian, bersihkan seluruh alat olahraga dan barang bawaan kita seperti handphone, kaca mata, tas dan barang lainnya dengan cairan disinfektan.

Saudara-saudari sebelum pandemi ini banyak yang sudah melakukan gaya hidup positif seperti olah raga bersama di tempat umum yang menggunakan sarana gym atau fitnes center, rumah yoga atau studio velates dan senam, semuanya dapat kembali berolahraga dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai yang sudah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kemenpora, yakni pertama bagi pemilik atau pengelola harus paham status resiko Covid-19 di kota atau kabupatennya. Terapkan jaga jarak minimal 2 meter antar-peserta, harus menyediakan sarana cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, anjurkan peserta atau pelanggan atau anggota studio membawa alat sendiri dan sebaiknya tidak menggunakan alat yang dipakai bersama. Pengelola juga harus menyediakan informasi tentang COVID-19 dan cara pencegahannya. Pastikan para instruktur, personel trainer, pekerja dan anggota yang datang ke pusat kebugaran diketahui kondisi kesehatannya.

Lakukan analisa mandiri atau self assessment resiko COVID-19 jika asesmen menyatakan salah satu mereka beresiko terjangkit COVID-19 Maka mereka dilarang masuk ke pusat kebugaran. Lakukan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk, jika ditemukan suhu di atas 37,3 derajat Celsius maka orang tersebut pun tidak diizinkan masuk ke pusat kebugaran. Buat alur masuk dan keluar pusat kebugaran yang jelas serta membuat penandaan jarak minimal 1 meter. Petugas administrasi atau pendaftaran kasir pastikan selalu menggunakan masker dan juga pelindung wajah atau face shield. Batasi jumlah anggota yang melakukan latihan agar dapat menerapkan prinsip jaga jarak. Jumlah anggota yang dapat berlatih di tiap sesi disesuaikan dengan jumlah alat olah raga dengan kepadatan maksimal 4 meter persegi atau jarak antar anggota minimal 2 meter. Batasi jumlah anggota masuk ke dalam ruang ganti atau loker. Merancang jadwal latihan bagi para anggota kemudian jangan lupa disinfeksi alat olahraga sebelum dan setelah digunakan secara berkala paling sedikit 3 kali sehari dan jarak antar-alat yang angkat beban itu minimal 2 meter. Sediakan sekat pembatas untuk alat-alat kardio, seperti trademill, bicycle, elliptical machine.

Kemudian minimalkan dan hindari pemakaian AC. Diupayakan sirkulasi udara lewat pintu dan jendela yang terbuka. Disarankan menggunakan alat pembersih udara. Wajibkan para anggota untuk membawa sendiri handuk, matras dan alat pribadi lainnya dan masyarakat yang sudah lanjut usia tidak dianjurkan berlatih di pusat kebugaran sebaiknya kegiatan olahraga untuk lanjut usia dilakukan di tempat private atau dalam bentuk kunjungan ke rumah. Ingat jangan paksakan datang apabila sakit, kalau kita harus pergi ke gym atau yoga, studio senam atau pusat kebugaran lainnya tujuannya kan untuk sehat dan bukan malah membuat kita lebih sakit atau bahkan menyebarkan penyakit.

Terakhir yang banyak ditunggu dan sudah banyak ditanya oleh banyak orang adalah apakah kita sudah boleh menggunakan kolam berenang? Ya apabila pastikan air kolam berenang menggunakan disinfektan dengan klorin 1 sampai 10 PPM atau bromin 3-8 PPM sehingga PH air mencapai 7,2 sampai dengan 8 dan setiap hari hasilnya harus diinformasikan di papan informasi agar semua pengguna tahu. Kedua pastikan pembersihan dan disinfeksi dilakukan secara rutin terhadap seluruh permukaan dan di sekitar kolam berenang seperti tempat duduk, lantai dan sarana sekitar kolam. Ketiga jumlah pengguna kolam berenang harus dibatasi agar bisa menerapkan jaga jarak baik di dalam ataupun sekitar kolam berenang dan menerapkan jaga jarak, terutama juga di rumah gantinya. Pastikan tamu yang akan menggunakan kolam berenang dalam kondisi yang sehat, harus isi form self assessment resiko COVID-19. Kemudian bawa perlengkapan berenang masing-masing termasuk handuk. Lalu gunakan masker sebelum dan setelah berenang.

Saudara-saudari ingat betul tujuan olahraga adalah untuk sehat dan agar badan kita kuat. Yang sehat harus tetap sehat, tingkatkan imunitas kita, kita lawan COVID-19 ini bersama-sama dengan kekebalan tubuh yang prima. Salam sehat dari saya, untuk selanjutnya saya persilakan dr Achmad Yurianto untuk menyampaikan kinerja data hari ini.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT