Golkar: Tidak Masuk Akal Parpol Institusi Terkorup
Selasa, 27 Des 2005 18:20 WIB
Jakarta -
Survei Transparency International (TI) menunjukkan parpol menjadi lembaga terkorup di 44 negara, termasuk Indonesia. Tapi Partai Golkar gerah dengan survei itu dan menilainya tidak masuk akal."Tidaklah masuk akal jika parpol dikatakan institusi terkorup, karena parpol tidak memiliki tangan untuk melakukan korupsi seperti pemerintah dan parlemen," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso.Hal ini disampaikan dia di Gedung DPR/MPR RI, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2005)."Dari mana datanya kalau parpol merupakan institusi terkorup? Omongan mereka tidak valid dan kredibel, tolak ukurnya apa?" cetus Priyo dengan nada gusar.Parpol, lanjut dia, merupakan pilar demokrasi yang harus dijaga citranya. Dia menghargai apapun hasil penelitian tersebut. Namun dirinya akan lebih menghormati jika survei itu tidak menempatkan parpol sebagai institusi terkorup.Priyo bahkan mencurigai survei tersebut diarahkan oleh kepentingan asing untuk melakukan pembusukan terhadap citra parpol di Indonesia."Jangan-jangan mereka punya agenda pesanan, khususnya pihak asing untuk memperburuk citra parpol," tandasnya.Seperti diberitakan, TI yang merupakan lembaga internasional melansir hasil survei terhadap 55.000 orang yang terdapat di 69 negara. Survei dilakukan Mei-Oktober 2005. Hasilnya, parpol menjadi lembaga terkorup di 44 negara.Dari range 1-5, Indonesia mendapat nilai 4,2 alias D, mendekati angka 5 yang merupakan nilai terburuk. Hasil ini kemudian disampaikan Ketua Dewan Transparency International Indonesia (TII) Todung Mulya Lubis kepada Presiden SBY pada Jumat 23 Desember dalam rangka menyambut Hari Antikorupsi 2005.
(fay/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
