Round-Up

Tanda Tanya DPR di Balik Penanganan Kasus Narkoba Pejabat Bea Cukai

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 21:44 WIB
Gedung Mapolda Metro Jaya
Gedung Polda Metro Jaya (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Pemilik 20 butir pil ekstasi ditemukan dalam penangkapan Kepala Pangkalan Bea-Cukai Tanjung Priok Agus Purnady dkk di Pulau Genteng Kecil, Kepulauan Seribu, masih misterius. Ketua Komisi III DPR Herman Herry mengaku mencium kejanggalan.

Kasus ini berawal saat Agus Purnady ditangkap Polres Jakarta Pusat atas dugaan penyalahgunaan narkotika di Pulau Genteng Kecil, Kepulauan Seribu, pada Minggu (21/6). Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan 20 butir ekstasi.

Agus Purnady diamankan bersama lima perempuan dan lima laki-laki. Hasil tes urine seluruhnya dinyatakan negatif. Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto membenarkan salah satu dari 11 yang diamankan itu adalah Agus Purnady.

"Iya (Agus Purnady) tadinya dia nggak ngaku pegawai, ternyata setelah kita periksa dia ngaku pegawai Bea-Cukai. Kartu anggota saja ada, tapi dia nggak ngaku jabatannya apa. Dia menunjukkan identitas dia sebagai pegawai Bea-Cukai, kalau nama Agus ada, inisial AP itu ada betul pegawai Bea-Cukai," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto saat dihubungi detikcom, Rabu (24/6/2020).

Heru mengatakan Agus ditangkap di pulau kecil di Kepulauan Seribu. Agus diamankan bersama lima perempuan dan lima laki-laki lainnya.

"(Ditangkap) di pulau kecil di Kepulauan Seribu, Pulau Genteng Kecil. Ada lima perempuan, enam laki-laki, termasuk AP," ucap Heru.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3