Konsumsi BBM Pertamina Mulai Merangkak Naik

Inkana Putri - detikNews
Sabtu, 27 Jun 2020 14:33 WIB
SPBU milik Wakil Walkot Solo diketahui ditabrak mobil beberapa waktu lalu. Kini SPBU itu kembali beroperasi.
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Memasuki era New Normal, konsumsi BBM Pertamina mulai mengalami peningkatan. Sejak 8 Juni 2020 tercatat adanya kenaikan menjadi rata-rata 114 ribu KL per hari. Walaupun masih di bawah rata-rata normal jika dibandingkan dengan periode Januari-Februari 2020 yang tercatat 135 ribu KL per hari, namun angka tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 10% dibanding pada masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil sama-sama mulai mengalami peningkatan sejalan dengan beroperasinya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan serta pelaku UMKM. Namun, konsumsi BBM masih di bawah rata-rata normal pada masa sebelum pandemi COVID -19.

"Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26%, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16% dibanding rerata konsumsi normal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6/2020).

Lebih lanjut, Fajriyah menjelaskan, jelang semester kedua 2020 konsumsi gasoline tercatat 78,82 ribu KL sementara konsumsi gas oil mencapai 34,99 ribu KL. Hal ini terkait adanya penerapan kebijakan transisi New Normal.

"Untuk mendorong tingkat penjualan sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas untuk menyediakan energi, Pertamina tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri, sehingga seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, New Normal maupun normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen," imbuhnya.

Menurutnya, sebagai perusahaan BUMN, Pertamina mendapat amanah untuk menjaga ekosistem bisnis migas dalam kondisi apapun. Oleh karena itu, seluruh bisnis Pertamina dari hulu, hingga hilir tetap beroperasi meskipun adanya pandemi COVID-19 serta tantangan global lainnya.

"Pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah belum merata. Kami masih terus memantau perkembangan pandemi COVID-19. Namun untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat," pungkasnya.

(prf/ega)